Share

Harga Minyak Naik, Brent Dekati Level USD80/Barel

Antara, Jurnalis · Rabu 29 Desember 2021 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 29 320 2524097 harga-minyak-naik-brent-dekati-level-usd80-barel-6LZyqJZIYP.jpg Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

NEW YORK - Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Minyak mentah Brent pun mengakhiri sesi hampir USD80 per barel.

Harga minyak menguat meski terjadi penyebaran cepat varian virus corona Omicron, didukung oleh gangguan pasokan dan ekspektasi bahwa persediaan AS turun minggu lalu.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Naik 3,4% Dijual USD73,9/Barel

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari ditutup naik 34 sen atau 0,4% menjadi USD78,94 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Februari menguat 41 sen atau 0,5% menjadi USD75,98 per barel. Kedua kontrak tersebut diperdagangkan pada level tertinggi dalam sebulan, dibantu oleh penguatan di ekuitas AS.

"Pasar saham tampaknya siap untuk menyelesaikan tahun ini atau mendekati rekor tertinggi yang akan berdampak ke pasar minyak mendorong nilai minyak mentah lebih tinggi," kata Presiden Ritterbusch and Associates LLC, Jim Ritterbusch, dikutip dari Antara, Rabu (29/12/2021).

Baca Juga: Harga Minyak Brent Meningkat Abaikan Kasus Omicron

"Dukungan datang juga dari gangguan produksi agregat tinggi di Ekuador, Libya dan Nigeria dan ekspektasi penurunan besar lain dalam persediaan minyak mentah AS," kata Analis Minyak UBS Giovanni Staunovo.

Tiga produsen minyak menyatakan force majeure bulan ini pada sebagian dari produksi minyak karena masalah pemeliharaan dan penutupan ladang minyak.

Jajak pendapat awal Reuters menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS kemungkinan telah turun untuk minggu kelima berturut-turut, sementara persediaan bensin terlihat sebagian besar tidak berubah minggu lalu.

Inggris tidak akan menghadapi pembatasan baru Covid-19 sebelum akhir 2021, menteri kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan pada Senin (27/12/2021), ketika pemerintah menunggu lebih banyak bukti tentang apakah layanan kesehatan dapat mengatasi tingkat infeksi yang tinggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini