Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tantangan Ekonomi 2022, Ketua OJK: Omicron Masih Jadi Perhatian

Antara , Jurnalis-Senin, 03 Januari 2022 |13:51 WIB
Tantangan Ekonomi 2022, Ketua OJK: Omicron Masih Jadi Perhatian
Ketua OJK Wimboh Santoso sebut Omicron masih jadi perhatian bersama (Foto: OJK)
A
A
A

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap bahwa covid-19 varian Omicron masih menjadi tantangan ekonomi pada 2022. Namun OJK mengambil sikap optimistis menghadapi tantangan-tantangan ekonomi tahun ini.

"Kita tahu pencapaian di 2021 ini tidak membuat kita berpuas diri. Pertama adanya varian baru Omicron di beberapa negara, ini menjadi perhatian kita," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat pembukaan perdagangan saham pada 2022 di Jakarta, Senin (3/1/2022).

Baca Juga: Catatan OJK 2021: Dana Pasar Modal Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selain itu, tantangan berikutnya adalah pembiayaan proyeks strategis di Tanah Air yang jumlahnya cukup besar yang harus dipikirkan bagaimana pembiayaannya, terutama sektor infrastruktur, dan bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan.

"Ketiga, kita tahu normalisasi kebijakan negara maju tidak boleh kita abaikan. Inflasi di beberapa negara sudah meningkat," ujar Wimboh.

Baca Juga: Pasar Saham di 2022 Bisa Gacor, Kuncinya Covid-19 Tak Merajalela Lagi

Wimboh menyampaikan, tantangan selanjutnya yaitu terkait penurunan emisi karbon, digitalisasi, dan juga perlunya sumber pertumbuhan ekonomi seiring semakin banyaknya populasi penduduk Indonesia.

"Kami tetap optimis tantangan-tantangan tersebut dapat kita manage dengan baik ke depan mengingat kita punya modal yang cukup besar, penduduk kita besar, resources kita banyak, national resources kita belum semua kita olah, sehingga kita punya ruang untuk berbagai hal ke depan," kata Wimboh.

Oleh karena itu, otoritas pun memiliki kebijakan prioritas pada 2022. Pertama adalah penerapan bursa karbon dan implementasi ekonomi hijau yang didukung dengan taksonomi hijau sebentar lagi diterbitkan.

"Ini harus dipersiapkan operasionalisasi infrastruktur bursa karbon. Ini menjadi salah satu prioritas OJK dan tentunya legalitas untuk itu akan kami siapkan," ujar Wimboh.

Prioritas berikutnya yaitu optimalisasi indeks berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Lalu, otoritas juga akan memperluas basis emiten di antaranya melalui sekuritisasi aset dan pembiayaan proyek strategis yang jumlahnya cukup besar pada 2020-2024 mencapai Rp6.445 triliun.

OJK juga akan mengakomodir perusahaan rintisan atau startup berbasis teknologi untuk melakukan penawaran umum.

"Kami juga akan tetap mengakomodasi emiten yang berbasis teknologi. Kita sudah mengeluarkan POJK tentang Multiple Voting Share. Dan penguatan basis emiten ini akan kita ikuti dengan literasi dan edukasi," kata Wimboh.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement