Share

Cair! Jokowi Terbitkan Aturan PMN Suntik Modal Holding BUMN Pertahanan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 08 Januari 2022 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 08 320 2529171 cair-jokowi-terbitkan-aturan-pmn-suntik-modal-holding-bumn-pertahanan-jdBdAPTxqt.png Jokowi (Foto: Youtube Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan aturan penyertaan modal negara (PMN) untuk holding BUMN Pertahanan.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 123 Tahun 2021. Beleid tersebut merupakan revisi atas PP Nomor 16 Tahun 1991 tentang PMN untuk Pendirian Perseroan (Persero) Dalam Bidang Industri Elektronika Profesional dan Komponen.

Peraturan Pemerintah mulai berlaku sejak diundangkan pada 30 Desember 2021

"Untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam pembangunan perekonomian nasional, khususnya di bidang industri pertahanan, perlu mengubah maksud dan tujuan perusahaan perseroan (Persero) dalam bidang industri elektronika profesional dan komponen, yang selanjutnya perusahaan perseroan dimaksud dalam Anggaran Dasar disebut perusahaan perseroan (Persero) PT Len Industri," tulis bagian pertimbangan beleid tersebut dikutip, Sabtu (8/1/2022).

Baca Juga: Holding BUMN Pertahanan Rampung Akhir 2021, Ini Persiapan Erick Thohir

Jokowi mengubah ketentuan Pasal 2 PP Nomor 16 Tahun 1991. Sehingga, Pasal 2 dalam PP 123/2021 berbunyi sebagai berikut.

Pertama, Perusahaan memiliki maksud dan tujuan untuk melaksanakan kegiatan usaha sebagai perusahaan holding di bidang industri pertahanan, berupa industri elektronika, alat transportasi termasuk pesawat terbang dan kelengkapannya, perkapalan, kendaraan, senjata dan amunisi, dan bahan peledak, baik militer maupun non militer.

Lalu, melaksanakan kegiatan usaha di bidang industri pertahanan dan industri lainnya, serta melakukan optimalisasi pemanfaatan sumber daya perusahaan berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Kedua, untuk mencapai maksud dan tujuan, perusahaan melaksanakan kegiatan usaha utama diantaranya, aktivitas perusahaan holding, termasuk mendirikan atau turut serta dalam badan lain, aktivitas kantor pusat, investasi langsung atau tidak langsung, aktivitas restrukturisasi perusahaan/aset, aktivitas konsultansi manajemen, aktivitas lain dalam rangka mencapai maksud dan tujuan perseroan.

Ketiga, selain kegiatan usaha utama, perusahaan melakukan kegiatan usaha lain untuk optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini