Holding BUMN Pertahanan Rampung Akhir 2021, Ini Persiapan Erick Thohir

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 08 November 2021 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 08 320 2498459 holding-bumn-pertahanan-rampung-akhir-2021-ini-persiapan-erick-thohir-NnpvwPSKpt.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Pembentukan Holding BUMN Pertahanan terus digodok Kementerian BUMN. Proses tersebut pun dipercepat dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

Konsolidasi juga tidak dilakukan sesama BUMN di sektor pertahanan. Namun, menyasar industri pertahanan negara lain.

Menteri BUMN Erick Thohir baru saja mengumumkan kerjasama antara PT Pindad (Persero) dengan Holding Qatar Barzan. Tujuan kolaborasi antara BUMN milik negara emirat di Timur Tengah itu dengan Pindad untuk memajukan industri pertahanan dalam negeri.

Tujuan itu sejalan dengan target Holding Pertahanan, di mana menciptakan produk pertahanan unggulan di bawah satu payung manajemen. Sementara, Pindad nantinya bertindak sebagai anggota holding.

Baca Juga: Jadi Komisaris Milenial Anak Usaha PGN, Ini Jejak Karier Arya Anugrah

"Alhamdulillah, dalam pertemuan ini Barzan menyatakan komitmennya untuk bekerjasama dengan Pindad untuk memajukan industri pertahanan Indonesia. Barzan menyatakan bahwa kerjasama ini nantinya bukan hanya bisnis, namun juga mencakup alih teknologi dan pengembangan SDM Pindad agar dapat bersaing dalam rantai nilai global” ujar Erick, Senin (8/11/2021).

Lantas, bagaimana persiapan pendirian Holding BUMN Pertahanan saat ini?

Mengutip laman resmi Pindad, sejumlah industri pertahanan pelat merah terus melakukan konsolidasi, salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) dalam kemasan Indonesian Defence Club (IDC) Chapter III.

Ruang dialog tersebut diyakini mampu menampung aspirasi dari BUMN industri pertahanan dan masukan dari para pemangku kepentingan untuk mendorong pemenuhan program pertahanan dan keamanan nasional.

Baca Juga: Holding BUMN Qatar Gandeng Pindad, Erick Thohir: Bisa Majukan Industri Pertahanan RI

Sementara itu, Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, FGD tersebut erat kaitannya dengan inisiatif strategis BUMN industri pertahanan untuk memperkuat kolaborasinya. Khususnya, mendorong industri pertahanan dalam rantai pasok dan transformasi digitalisasi yang sejalan dengan inisiatif strategi ekonomi dan nilai sosial, hingga kepemimpinan teknologi.

“Dalam kaitannya dengan kepemimpinan teknologi, salah satunya dengan membangun kapabilitas industri pertahanan yang selaras dengan kebutuhan pemerintah atau pengguna,” katanya.

Selain itu, peningkatan value creation dari global strategic partnership BUMN industri pertahanan dengan target penurunan impor, meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dan masuk dalam global supply chain guna meningkatkan volume ekspor produk pertahanan.

“Target rata-rata peningkatan TKDN produk unggulan di 2024 sebesar 51%. BUMN Industri Pertahanan juga berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem industri pertahanan dengan melibatkan BUMN/BUMS yang sudah memiliki persyaratan standar,” katanya.

FGD-IDC Chapter III dibagi dalam dua sesi yang terdiri dari sesi ekosistem industri atau sinergi BUMN dan BUMS, roadmap pengembangan ekosistem dan Teknologi 4.0, serta sesi penilaian dan upaya peningkatan TKDN, pengaruh pada kontrak pengadaan, bentuk komitmen, dan rekomendasi akademisi.

FGD-IDC III ini juga membahas ekosistem industri pertahanan yang diharapkan mampu tumbuh dan berkembang serta mampu menghasilkan bahan baku, komponen, dan produk alutsista yang memiliki kualitas dan harga yang kompetitif.

Sebab itu, Holding BUMN Industri Pertahanan akan melakukan penerapan teknologi 4.0 yang dapat mewujudkan ekosistem industri pertahanan yang bersinergi, berstandarisasi, efisien, dan berkelas dunia.

Adapun BUMN yang tergabung di dalam Holding Industri Pertahanan antara lain PT Len Industri (Persero) yang fokus pada C5ISR Platform beserta MRO dan solusi integrasi 3 matra (interoperability) melalui Network Centric Warfare. PT Pindad (Persero) dengan fokus pada platform matra darat, MRO dan penyediaan senjata serta munisi,

Lalu, PT Dirgantara Indonesia (Persero) dengan fokus pada platform matra udara dan MRO, PT Pal Indonesia (Persero) dengan fokus pengembangan matra laut dan MRO, serta PT DAHANA (Persero) dengan fokus pada pengembangan produk energetic material (bahan peledak) untuk seluruh matra pertahanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini