Share

RI Tetap Buka Bursa Kripto, Apa Untungnya?

Antara, Jurnalis · Senin 10 Januari 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 320 2529698 ri-tetap-buka-bursa-kripto-apa-untungnya-ehm7QWnmvA.png RI Matangkan Pembukaan Bursa Kripto Indonesia. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Pemerintah segera merealisasikan pembentukan bursa kripto, sebagai wujud kepastian usaha dan hukum bagi perlindungan investor dan konsumen kripto di Indonesia.

“Kata kuncinya adalah kepastian dan keamanan. Itu semua tugas pemerintah. Artinya sektor usaha apapun harus difasilitasi oleh pemerintah agar setiap pelakunya mendapatkan keadilan dan perlindungan dalam bertransaksi,” ujar Wamendag Jerry Sambuaga, dikutip dari Antara, Senin (10/1/2022).

Baca Juga: Rangkuman Peristiwa Penting Dunia Kripto - Kaleidoskop 2021

Pemerintah harus mewujudkan sistem pasar dan pengawasan yang baik terhadap pasar kripto tersebut. Di mana saat ini, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah mendata sekian pedagang kripto yang telah melakukan aktivitas usahanya.

Yang saat ini tercatat sebagai calon pedagang resmi ada sekitar 11. Bappebti juga telah menerima beberapa pendaftar baru yang ingin tercatat sebagai pedagang kripto.

Baca Juga: Hati-Hati Boncos! Investasi Kripto 2022 Diprediksi Tak Seuntung Tahun Ini

Wamendag berharap bursa ke depan diharapkan bisa menciptakan sistem perdagangan yang bisa menanungi dan mengatur pedagang-pedagang kripto. Dengan demikian, perdagangan kripto bisa lebih terstruktur dan tersistematisasi sehingga mempermudah bagi upaya-upaya pencatatan, pengawasan dan dalam mengharmonisasi dengan sektor lain.

“Salah satunya adalah kaitannya dengan urusan pajak. Kalau sudah tercatat kan mudah penghitungan dan pemungutan pajaknya. Ini juga akan memberikan pendapatan yang cukup besar bagi negara sehingga akan menunjang pembangunan di sektor lain,” ujar Wamendag.

Selain sektor pajak, keuntungan negara dengan dibukanya bursa kripto adalah dalam hal menjamin keamanan negara, baik yang berkaitan dengan pencucian uang, pendanaan terorisme ataupun yang berhubungan dengan keamanan moneter dan fiskal Indonesia.

Sedangkan dalam hal perlindungan konsumen yang juga menjadi bagian dari tugas utama Kementerian Perdagangan, Jerry berharap kasus-kasus pelanggaran yang merugikan konsumen seperti yang sudah terjadi di luar negeri bisa dicegah dengan adanya bursa.

“Beberapa waktu lalu ada yang melarikan dana nasabah hingga triliunan di luar negeri. Ada lagi token-token yang belum terverifikasi dan sebagainya. Ini jelas akan merugikan konsumen dan masyarakat yang bertransaksi kripto. Kami berharap hal itu bisa dicegah dan diminimalkan terjadi di Indonesia.” ujarnya.

Menurut Wamendag, pembukaan bursa akan menjadi terobosan yang menguntungkan semua pihak. Dengan konsep ini Indonesia juga akan menjadi negara pertama di dunia yang memberikan fasilitasi bagi pengembangan kripto melalui bursa. Ini menunjukkan Indonesia membuka diri dengan fenomena industri finansial dan komoditi baru tetapi tetap berhati-hati dalam pengelolaannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini