Share

Beras dan Rokok Biang Kerok Kemiskinan di RI

Antara, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 320 2533485 beras-dan-rokok-biang-kerok-kemiskinan-di-ri-tlP67uE7pV.jpg Beras Biang Kerok Kemiskinan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Beras masih menjadi penyumbang terbesar terhadap garis kemiskinan, baik di perkotaan maupun perdesaan per September 2021.

Di perkotaan, beras memberi sumbangan 19,69% terhadap garis kemiskinan, sedangkan di perdesaan 23,79%.

Baca Juga: Sri Mulyani: Enggak Boleh Kasih Uang di Perempatan Jalan karena Human Trafficking

"Komoditas makanan memang penyumbang terbesar yakni 74,05% terhadap garis kemiskinan. Jadi supaya garis kemiskinan tidak cepat naik maka tugas pemerintah adalah bagaimana mengatur stabilitas harganya," ucap Kepala BPS Margo Yuwono, dikutip dari Antara, di Jakarta, Senin (17/1/2022).

Selain beras, komoditas makanan lainnya yang memberi sumbangan terbesar antara lain rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mi instan, kopi bubuk dan kopi instan, gula pasir, serta kue basah.

Baca Juga: Sebelum Ada Pandemi Kelaparan Meningkat, 3 Miliar Orang di Dunia Tak Mampu Beli Makanan Sehat

Komoditi bukan makanan yang memberi sumbangan terbesar kepada garis kemiskinan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, perlengkapan mandi, sabun cuci, dan perawatan kulit, muka, kuku, rambut.

Dengan demikian, ia menyebutkan garis kemiskinan Indonesia pada September 2021 adalah sebesar Rp486.168 per kapita per bulan, sehingga jika penduduk memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah angka tersebut dikategorikan sebagai penduduk miskin.

"Angka garis kemiskinan tersebut naik 5,39 persen dibandingkan dengan September 2020 dan 2,89% terhadap Maret 2021," ungkap dia.

Margo menjelaskan jika dilihat per rumah tangga, maka garis kemiskinan pada 2021 adalah sebesar Rp2,18 juta per bulan, naik 3,12% dibanding kondisi Maret 2021 yakni Rp2,12 juta per bulan.

Artinya, rumah tangga di Indonesia yang memiliki pengeluaran di bawah Rp2,18 juta per bulan dikategorikan sebagai rumah tangga miskin.

Jika dilihat per wilayah, garis kemiskinan rumah tangga di Jakarta tercatat Rp3,42 juta per bulan, sementara di Sulawesi Barat Rp1,89 juta per bulan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini