Share

Gas Baru Buatan RI Tekan Impor LPG Rp80 Triliun, Cek 5 Faktanya

Athika Rahma, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 08:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 320 2537238 gas-baru-buatan-ri-tekan-impor-lpg-rp80-triliun-cek-5-faktanya-MGnvTl3nOL.jpg Presiden Joko Widodo Grounbreaking Hilirisasi Batu Bara. (Foto: Okezone.com/Setres)

JAKARTA - Proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimetil Eter (DME) mulai dilakukan. Presiden Joko Widodo pun melakukan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara tersebut.

DME ini akan menjadi pengganti LPG untuk kebutuhan sehari-hari yang lebih efisien dan aman bagi lingkungan.

Berikut fakta-fakta DME, ditulis MNC Portal Indonesia, Selasa (25/1/2022).

1. Proyek 'Molor' 6 Tahun

Presiden Joko Widodo mengatakan, dirinya sudah berkali-kali menginstruksikan anak buahnya untuk merealisasikan proyek ini, namun baru dilakukan sekarang.

Baca Juga: Hilirisasi Batu Bara Jadi DME, Jokowi Selamatkan Uang Negara Rp7 Triliun dari LPG

"Saya sudah berkali-kali menyampaikan hilirisasi, industrialisasi, pentingnya mengurangi impor ini sudah 6 tahun lalu saya perintah, tapi alhamdulillah hari ini meskipun dalam jangka yang panjang bisa dimulai," ujar Jokowi dalam tayangan video di kanal Sekretariat Presiden, Senin (24/1/2022).

2. Impor LPG Indonesia Capai Rp 80 Triliun

Tak cuma kemandirian energi, alasan kuat dibalik dimulainya proyek ini adalah karena Indonesia sudah terlalu nyaman impor LPG. Padahal, Indonesia memiliki bahan baku yang bisa diolah menjadi gas serupa.

Jokowi menyebutkan, impor LPG Indonesia mencapai Rp80 triliun, belum lagi dengan subsidinya.

Baca Juga: Selamat Tinggal LPG! Ini Gas Baru Buatan RI Bisa Dipakai untuk Masak

"Impor LPG kita ini gede banget, mungkin Rp80-an triliun dari kebutuhan Rp100-an triliun impornya. Itu pun harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena harganya sudah tinggi sekali, Rp60-70 triliun subsidinya," ujar Jokowi.

3. Investasi Proyek DME Terbesar Setelah Freeport

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi Air Products, perusahaan perdagangan gas dan kimia asal Amerika Serikat, di proyek hilirisasi batu bara mencapai Rp33 triliun. Realisasi investasi Air Products di proyek ini tergolong sangat besar.

"Ini investasi terbesar setelah Freeport tahun ini," ujarnya.

4. Proyek Dikerjakan Dalam 30 Bulan

Jokowi menegaskan, pengerjaan proyek ini harus selesai di waktu yang sudah ditetapkan, yaiu 30 bulan atau 2,5 tahun.

"Tadi sebelum masuk, saya kumpulkan yang berkaitan dengan ini, untuk memastikan ini selesai sesuai dengan waktu yang dipastikan yaitu 30 bulan. Jangan ada mundur-mundur lagi," tegasnya.

Menambahkan, Bahlil menyebut awalnya pengerjaan proyek dilakukan dalam 36 bulan. Namun, setelah berdiskusi dengan pihak terkait, disepakati pengerjaan gasifikasi batu bara harus rampung dalam 30 bulan.

5. Kelebihan DME

Sebagai produk ramah lingkungan hasil konversi energi fosil, DME memang memiliki keunggulan yang lebih banyak dibanding LPG. Mengutip laman Ditjen Migas Kementerian ESDM, pemanfaatan DME sebagai bahan bakar energi memiliki keunggulan seperti mudah terurai di udara sehingga tidak merusak ozon, yang pastinya lebih baik bagi lingkungan.

"Nyala api yang dihasilkan lebih stabil, tidak menghasilkan polutan particulate matter (PM) dan nitrogen oksida (NOx), tidak mengandung sulfur serta pembakaran lebih cepat dari LPG," demikian dikutip. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini