Share

Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai, Menko Luhut: Apabila Tidak Bagus Kita Stop

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 320 2537868 travel-bubble-indonesia-singapura-dimulai-menko-luhut-apabila-tidak-bagus-kita-stop-Mx2pI0sYR4.jpg Kawasan Wisata Lagoi. (Foto: Okezone.com/Kemenpar)

JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membuka pintu kedatangan pelaku perjalanan luar negeri melalui skema Travel Bubble untuk para pelaku perjalanan di Kawasan Bintan-Singapura yang dibuka Senin 24 Januari 2022.

Hal ini ditandai dengan terbitnya Surat Edaran Kepala Satgas Nomor 3 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri) Mekanisme Travel Bubble di Kawasan Batam, Bintan, dengan Singapura.

Baca Juga: Travel Bubble Batam-Singapura, Menparekraf Akan Terapkan di MotoGP Mandalika

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan mengatakan, seluruh rangkaian travel bubble telah diberikan prosedur yang ketat, ia memastikan akan melakukan evaluasi setiap minggu.

“Mengenai travel bubble kita sudah susun bersama kementerian lain dan lembaga, semua sudah ada prosedurnya dan akan tetap dengan itu. Kita akan evaluasi juga (Travel Bubble) setiap minggu,” Kata Menko Luhut dalam keterangan resmi dikutip, Rabu (26/1/2022).

Baca Juga: Sandiaga Uno Incar 3,6 Juta Wisman

Menko Luhut menegaskan jika kegiatan travel bubble ini tidak baik dan menambah angka kasus penyebaran virus Omucron maka ia akan memberhentikan kegiatan ini.

“Jadi apabila tidak bagus untuk diteruskan kita stop jadi jangan bilang kita tidak konsisten karena kita datanya sejalan atau keputusan kita akan sejalan dengan data yang terjadi karena ketidak tahuan kita,” tambahnya.

Luhut mengatakan pelaksanaan travel bubble telah disertai dengan prosedur protokol kesehatan yang ketat. Bahkan ia telah mengingatkan Kemenhub untuk menambah jumlah maskapai masuk ke Bali.

“Saya bicara dengan Menteri Perhubungan tadi kita mau nambah pesawat dari Singapore ke Bali misalnya dari Emirat ke Singapore direct flight dan seterusnya tapi. Apakah ini bisa terus berjalan kita tidak tahu tergantung bagaiman nanti perkembangannya,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini