Share

Harga Minyak Goreng Murah tapi Stok Cepat Habis, Kok Bisa?

Rabu 26 Januari 2022 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 320 2537904 harga-minyak-goreng-murah-tapi-stok-cepat-habis-kok-bisa-DgfZLtizPf.png Harga Minyak Goreng Dijual Rp14.000/Liter. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Harga minyak goreng satu harga Rp14.000 sudah berjalan satu minggu. Akan tetapi masyarakat kesulitan memperoleh minyak goreng subsidi tersebut.

Di beberapa minimarket bahkan sudah habis. Stok minyak goreng pun habis lebih cepat.

Selasa pagi, stok minyak goreng di salah satu minimarket di Bekasi Barat, Kota Bekasi, masih kosong. Satu hari sebelumnya, stok minyak sempat ada, tapi langsung ludes seketika tidak lama setelah penyuplai memasok barangnya.

"Palingan hari Kamis itu juga enggak tau datang atau enggak," kata salah satu penjaga toko, dikutip dari BBC New Indonesia, Rabu (26/1/2022).

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Rp14.000 Berlaku di Pasar Tradisional, Yuk Diserbu

Cerita kehabisan minyak juga terjadi di Tangerang. Seorang warga, Rizaldy terpaksa pulang dengan tangan kosong setelah mengunjungi dua minimarket yang juga kehabisan stok minyak goreng.

"Tadi kata pekerja di minimarket, sore mereka sempat buka delapan karton, habis dalam tiga menit," ujar Rizaldy.

Tristy, warga Pondok Gede, bisa dibilang lebih beruntung. Stok minyak goreng kemasan satu liter di salah satu supermarket sisa lima buah ketika dia datang pada Minggu sore.

"Orang-orang heboh. Maksimal kan satu orang beli dua liter. Banyak yang ngajak anaknya. Orang tuanya beli dua liter, anaknya juga dikasih duit, beli dua liter," kata Tristy.

Baca Juga: Demi Minyak Goreng Murah, Emak-Emak Antre Sebelum Toko Buka

"Jadi bisa beli empat liter satu keluarga," ujarnya.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menilai stok minyak goreng yang cepat habis di ritel-ritel menandakan masyarakat merespons baik subsidi yang diberikan pemerintah.

"Tapi pemahamannya mungkin kurang komprehensif. Walaupun disampaikan bahwa jaminan dari pemerintah ini selama enam bulan ini berjalan terus, mereka sepertinya mengestimasikan ini hanya kebijakan sementara sehingga mereka melakukan rush (buying)," kata Oke.

Dia juga menduga, beberapa pihak memanfaatkan subsidi pemerintah untuk memborong merek minyak goreng premium "dengan harga murah".

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat M Sinaga menduga ada pihak yang sengaja melakukan "manipulasi" karena stok dari produsen normal, sesuai dengan konsumsi per kapita yang mencapai 15 kilogram per kapita per tahun.

Menurut Sahat, pengeluaran masyarakat untuk minyak goreng hanya dua persen dari pengeluaran harian dan fenomena pemborongan ini patut dipertanyakan.

"Untuk apa berebut membeli minyak goreng? Berarti kan ada tujuan," kata Sahat yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI).

Dugaannya, pihak-pihak tertentu yang memborong minyak goreng murah ingin menjual kembali minyak tersebut sebagai minyak curah karena harga minyak curah di pasar masih mencapai Rp18.000.

Oleh sebab itu, pihaknya sudah meminta pengawasan terhadap praktik tersebut dan menyarankan pelakunya mendapatkan hukuman pidana.

"Ini mengacau perekonomian masyarakat. Kan tujuan pemerintah supaya harga itu bisa terjangkau," ujar Sahat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini