Share

Dirut Asabri: Saya Kenyang dan Paham Betul Cara Direksi Korupsi

Suparjo Ramalan, iNews · Rabu 26 Januari 2022 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 320 2537954 dirut-asabri-saya-kenyang-dan-paham-betul-cara-direksi-korupsi-0dlJB5yIHs.jpg Heru Hidayat Terdakwa Kasus Asabri. (Foto: Okezone.com/Sindo)

JAKARTA - Direktur Utama PT Asabri (Persero) Wahyu Suparyono memahami motif dan cara direksi BUMN yang melakukan tindak pidana korupsi. Hal itu dia sampaikan saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI.

Wahyu berkarier selama 17 tahun sebagai Deputi Investigasi di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dia pun kerap mengusulkan agar direksi BUMN dipecat bila kedapatan melakukan gerakan tindak pidana korupsi.

Baca Juga: Kasus Asabri, Hakim Perintahkan Jaksa Kembalikan Belasan Kapal Milik Heru Hidayat yang Disita

"Saya ingin katakan kalau ada gerakan nyolong saya usulkan diberhentikan dulu. Prinsip Pak itu. Ini persoalan hati pak. Saya kenyang pak lihat gimana sih cara direksi (BUMN) korupsi, baik itu di DKB. Saya paham betul pak, cara Direksi nyuri. 17 tahun saya Deputi Investigasi di BPKP Pak, saya akuntan murni," ujar Wahyu, dikutip Rabu (26/1/2022).

Dia memastikan usulan kepada Kementerian BUMN untuk memberhentikan Direksi perusahaan pelat merah bila adanya laporan window dressing, namun tidak sesuai dengan fakta lapangan.

Window dressing dipahami sebagai strategi mempercantik portofolio investasi yang dilakukan perusahaan maupun manajer investasi. Upaya ini dilakukan sebelum disampaikan kepada pemegang saham atau investor.

Baca Juga: Lolos Hukuman Mati, Heru Hidayat Dihukum Bayar Uang Pengganti Rp12,6 Triliun di Kasus Asabri

Bahkan, Wahyu menyarankan kepada manajemen BUMN lainnya agar tidak lagi menggunakan window dressing dalam menyusun laporan perusahaan. Menurutnya, window dressing hanyalah hobi masa lalu dan sudah kuno saat ini.

"Teman BUMN lain bangganya minta ampun window dressing supaya tantiemnya besar, ini kampungan pak. Saya sudah beri masukan ke teman-teman, window dressing ini hobi masa lalu, sudah kuno sekarang," ungkapnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kejadian berbeda, lanjut Wahyu, justru terjadi di perusahaan yang saat ini dia pimpin. Dia membeberkan, selama 18 tahun dia berkarir di BUMN, baru Asabri yang tidak menerbitkan laporan keuangan perusahaan pada 2017 lalu.

"Bapak bisa bayangkan BUMN keren begitu ndah ada laporannya. Saya cari itu tidak ada, ini direktur keuangan opo? Kira-kira begitu, ini yang terjadi Pak. Tapi saya bersyukur mendapat direktur keuangan yang profesional juga, beliau ini di Taspen di Garuda, dan Mandiri,"

"Saya dikenal di kementerian tukang usulkan Direktur berhenti, sudah kenyang Pak. Apalagi memberhentikan Sekper, walaupun itu kolonel atau jenderal, sikat aja tuh. Soalnya Pak Prabowo dan semua mendorong, 'Pak Wahyu yang nggak bener, nggak usah takut," lanjut dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini