Share

Jelang Imlek, Pengrajin Lampion Raup Cuan! Ekspor hingga ke Italia

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 455 2538183 jelang-imlek-pengrajin-lampion-raup-cuan-ekspor-hingga-ke-italia-fbaczJeBPL.jpg Bisnis lampion cuan jelang Imlek (Foto: MPI)

MALANG – Jelang imlek, pengrajin lampion di Kota Malang mulai kebanjiran pesanan. Bahkan salah satu pengrajin di lampion di Jalan Ir. H. Juanda 9A Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang mengirim pesanan hingga ke Italia.

Pengrajin lampion di Kota Malang Ahmad Syamsuddin mengatakan peningkatan pesanan saat Imlek saat ini mencapai, 1.500 - 2.000 unit lampion. Beberapa pesanan lampion datang dari kota-kota besar di Indonesia dan luar negeri.

Baca Juga: Jelang Imlek, Produsen Kue Keranjang Kebanjiran Pesanan

"Kemarin kirim ke Italia ada 1.500 lampion, itu yang ke Italia langganan mereka telepon ke kami minta dibuatkan dan dikirimkan. Kalau yang dalam negeri dari Jakarta, Surabaya, Trenggalek, dan Malang sendiri," jelasnya, Rabu (26/1/2022).

Guna memenuhi pesanan itu Syamsuddin dibantu 10 orang temannya dari karang taruna sekitar rumahnya. Mereka mengerjakan pesanan lampion dalam waktu yang bervariasi.

Baca Juga: Jelang Imlek, Pengrajin Lampion Kebanjiran Orderan

"Tergantung pemesanan kemarin 1.800 ya sekitar 3 mingguan minta selesai. Dikerjakan anak 11 warga sini karang taruna. Kalau satu jam satu lampion biasanya jadi, itu untuk yang ukuran kecil. Kalau besar biasanya beda lagi," jelasnya.

Kendati pemesanan meningkat, keuntungan yang didapat Syamsuddin justru tak banyak. Pasalnya kenaikan harga bahan baku lampion mulai dari rotan, kain, hingga tawas, mengalami kenaikan 20 - 30%, sehingga cukup memangkas keuntungannya.

"Satu lampion biasanya dijual Rp 30.000, kita nggak berani menaikkan lampionnya. Bahan baku semuanya naik, tapi di sini mau naikkan harga jual nggak bisa," bebernya.

Kini ia berharap pembatasan-pembatasan di saat Covid-19 bisa terus mengontrol penjualan lampionnya, tak hanya saat perayaan Imlek saja. Tetapi juga setelah perayaan Imlek.

Ahmad Syamsuddin mengatakan, pesanan lampion jelang perayaan Imlek tahun ini memang tak hanya didominasi warna merah saja. Tetapi trennya sudah beragam warna yang dipesan pembeli dari sejumlah kota di Indonesia.

"Dulu dominan warna merah, sekarang hampir semua warna dipakai. Warna oranye, tosca, nggak dominan warna merah lebih ke dekorasi kalau yang sekarang," ucap Syamsuddin, kepada MNC Portal.

Dirinya menambahkan, bila semenjak Covid-19 hampir dua tahun usahanya sepi. Bahkan saat perayaan Imlek yang biasanya ramai juga tak ada pesanan lantaran adanya pembatasan-pembatasan yang diterapkan pemerintah. Baru kali ini usahanya pembuatan lampion mulai menunjukkan tren kenaikan.

"Dua tahun kemarin nggak ada pesanan sama sekali baru tahun ini. Ada peningkatan di Imlek tapi nggak sampai 50%, masih banyak ketika sebelum pandemi," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini