Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ritel Pertanyakan Pasokan Minyak Goreng, Produsen Buka Suara

Advenia Elisabeth , Jurnalis-Senin, 31 Januari 2022 |13:05 WIB
Ritel Pertanyakan Pasokan Minyak Goreng, Produsen Buka Suara
Minyak Goreng Langka (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Pihak ritel mempertanyakan soal pasokan minyak goreng dari produsen. Sebab, saat ini minyak goreng langka dan sulit membeli harga minyak goreng Rp14.000 di ritel modern.

Lalu apa kata produsen minyak goreng?

Wilmar yang merupakan salah saru produsen yang ditunjuk Pemerintah sebagai pemasok minyak goreng sudah memproduksi sesuai dengan permintaan yang diminta.

"Tujuannya baik, untuk rakyat. Berapa yang Pemerintah minta segitu kita buat. Bahkan kita tingkatkan. Wilmar memproduksi minyak goreng di atas permintaan dari pemerintah untuk menjamin stok tetap ada," ujar Komisaris Utama Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor kepada media, Jakarta, Senin (31/1/2022).

"Istilahnya kan penugasan. Misal pak Oke bilang, pak Tumanggor kita butuh di Surabaya, yah kita kirim," lanjutnya.

Baca Juga: Minyak Goreng Murah Langka, Aprindo Pertanyakan soal Pasokan

Tumanggor menjelaskan, pengiriman minyak goreng terus dilakukan ke pihak distributor. Hanya saja, karena pembelian masyarakat di atas batas yang ditetapkan, stok yang sudah tersedia menjadi kurang.

"Kita ada stok selama ini ngirim-ngirim. Cuma saya bilang tadi yang sebelumnya kebutuhan misal 2 juta ton, tapi karena sebagian besar yang tadinya cuma beli sekilo jadi 3 kilo karena takut kurang minyak goreng gitu, kebutuhannya meningkat," paparnya.

Tumanggor menerangkan, adapun kendala dalam ketersediaan minyak goreng di pasaran karena keterbatasan waktu pengiriman yang diberangkatkan melalui kendaraan logistik.

 

Misalnya, ke wilayah Indonesia Timur yang harus menggunakan kapal dan memakan waktu berhari-hari untuk sampai tujuan.

"Kita mengirim itu kan bulanan, kalau bulan ini kita prediksi 1 juta mendadak ada permintaan 2 juta, oke. Tapi kita kan kalau ngirim ke Indonesia Timur itukan pakai kapal, sampainya bisa 7 hari lagi," urainya.

Sebelumnya, MNC Portal Indonesia sudah konfirmasi kepada Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey terkait kelangkaan minyak goreng di ritel-ritel modern. Dijelaskannya, kelangkaan minyak goreng tersebut karena ada kendala di pihak pemasok alias produsen dan distributor.

"Masalahnya bukan di ritel, karena ritel enggak bisa produksi minyak. Masalahnya itu di pasokan para distributor," ujarnya kepada MPI belum lama ini.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement