Share

Revitalisasi Bandara Halim, Ini Tugas Jokowi untuk Erick Thohir

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 31 Januari 2022 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 31 320 2540513 revitalisasi-bandara-halim-ini-tugas-jokowi-untuk-erick-thohir-82R4VJi4AL.jpg Revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma. (Foto: Okezone.com/Angkasa Pura 2)

JAKARTA - Presiden Jokowi memberi tugas khusus untuk dijalankan Menteri BUMN Erick Thohir dalam revitalisasi fasilitas pangkalan TNI Angkatan Udara atau Bandar Udara (Bandara) Halim Perdanakusuma. Tugas tersebut ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2022.

Dalam beleid tersebut, Kepala Negara mencatatkan kewajiban yang harus dilaksanakan Erick Thohir. Adapun tugas yang dimaksud meliputi pembinaan dan pengawasan korporasi terhadap pelaksanaan revitalisasi oleh BUMN.

Baca Juga: Revitalisasi Dimulai, Menhub Beberkan Alasan Bandara Halim Ditutup

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan tiga perusahaan negara sebagai kontraktor atau pelaksanaan proyek tersebut. Adapun ketiga BUMN terdiri atas PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan Tbk, dan PT Indah Karya.

"(Tugas lain) Mengoordinasikan BUMN lainnya untuk mendukung pelaksanaan revitalisasi," tulis beleid tersebut dikutip, Senin (31/1/2022).

Lalu, memerintahkan kepada PT Angkasa Pura II untuk mendukung pekerjaan revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma dengan menghentikan sementara operasional penerbangan sipil, kegiatan niaga, general aviation, dan sekolah sipil ke Bandar Udara Soekarno Hatta, Bandar Udara Kertajati, Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandar Udara Pondok Cabe dan/atau Bandar Udara Budiarto Curug; dan Memfasilitasi dan mendukung kegiatan pelayanan kegiatan kenegaraan naratetama dan naratama dan kegiatan operasi dan latihan TNI Angkatan Udara.

Baca Juga: Bandara Halim Resmi Ditutup Hari Ini, Tak Ada Lagi Penerbangan!

Kemudian, memerintahkan kepada PT Pertamina untuk mendukung penggunaan Bandar Udara Pondok Cabe guna melayani pemindahan operasi penerbangan sipil selama revitalisasi fasilitas Halim Perdanakusuma.

Berdasarkan Perpres tersebut, revitalisasi fasilitas pangkalan Bandara Halim meliputi penyehatan landas pacu (runway) dan landas hubung (taxiway) peningkatan kapasitas landas parkir (apron) pesawat udara naratetama dan naratama.

Lalu, renovasi gedung naratetama dan naratama, renovasi bangunan operasi, perbaikan sistem drainase di dalam pangkalan udara, penataan fasilitas lain yang perlu disesuaikan akibat pekerjaan revitalisasi.

"Revitalisasi fasilitas Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara/Bandar Udara Halim Perdanakusuma sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan metode pelaksanaan design and build," tulis Ayat poin 2 Ayat 2.

Kepala Negara juga meminta Wijaya Karya, PT Pembangunan Perumahan, dan Indah Karya dalam melaksanakan revitalisasi memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini