Share

Pelancong Luar Negeri ke Indonesia Dikarantina 5 Hari

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 31 Januari 2022 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 31 320 2540572 pelancong-luar-negeri-ke-indonesia-dikarantina-5-hari-BGtDItzhMG.jpg Waktu Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri Jadi 5 Hari. (Foto: Okezone.com/Ditjen Perumahan)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan waktu karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) diputuskan menjadi 5 hari bagi yang sudah vaksin 2 kali. Sedangkan untuk waktu 7 hari bagi WNI yang belum divaksinasi lengkap.

"Tentunya terkait dengan kebijakan isolasi mandiri, diusulkan 5 hari untuk pasien tanpa gejala dan khusus untuk Batam-Bintan-Karimun, PPLN akan masuk dengan regulasi yang sudah ditetapkan oleh Satgas Covid-19," ujar Airlangga dalam konferensi pers PPKM secara virtual pada Senin (31/1/2022).

Baca Juga: Filipina Kembali Terima Turis Asing, Bebas Karantina Kalau Sudah Divaksin

Dia menyebutkan, ini juga mengikuti aturan SK Gubernur Riau perihal Kawasan Pariwisata bersama skema daripada travel bubble-nya dan Dirjen Imigrasi soal Bebas Visa Kunjungan Khusus Wisata dalam rangka travel bubble di kawasan Batam-Bintan dari Singapura.

"Dan tentu dipersiapkan kapal feri yang akan ditingkatkan jumlahnya menjadi 2 di awal bulan Februari baik ke kawasan Nongsa dan Lagoi, dan mungkin setelah travel bubble diputuskan hari ini 5 hari, mereka bisa bergerak ke wilayah lain di Indonesia," tambahnya.

Baca Juga: Viral, Bule Cantik Asyik Joget Menikmati Karantina di Rumah Sakit

Airlangga menjelaskan bahwa PPKM tanggal 1-14 Februari mendatang, jumlah kabupaten/kota menurun dari jumlah yang level 1 ada 164 kabupaten/kota, level 2 ada 219 kabupaten/kota, dan level 3 ada 3 kabupaten/kota yaitu di Jayawijaya, Yapen, dan Kota Jayapura.

Sementara itu, Airlangga mengatakan bahwa kasus positif Covid-19 di luar Jawa-Bali meningkat ke 499 dengan transmisi lokal sebanyak 496 dan kasus berdasarkan PPLN 3 orang. Tingkat kematian per 30 Januari 2022 adalah 2 orang dan kasus aktifnya adalah 3.326 dari 61.713 kasus aktif.

"Proporsi kasus aktif di luar Jawa-Bali adalah 5,4%," ungkap Airlangga.

Namun, pihaknya juga waspada karena dilihat dari kasus reproduksi efektif COVID-19 di Sumatera naik menjadi 1,02, Kalimantan naik menjadi 1,01, Maluku 1,08, provinsi Papua 1,05, Nusa Tenggara 1,03, dan Sulawesi 1.

"Ini sudah dilihat dari data di Kementerian Kesehatan di beberapa provinsi seperti Sumut, Kaltim, Sulut, Sulsel, Jayapura, terlihat kasus Omicron-nya sudah masuk dari transmisi lokal, namun kalau kita ketahui bahwa dari tingkat Bed Occupancy Rate(BOR)-nya di luar Jawa-Bali 7%, sementara secara nasional 13,89%," terang Airlangga.

Untuk Sumut angkanya 5%, Kaltim 2%, Sulut 1%, Sulsel 1%, dan Papua 2%. Ke depan, di luar Jawa Bali akan ada perpanjangan PPKM mulai tanggal 1 Februari hingga 14 Februari berdasarkan level asesmen pandemi, baik itu terkait dengan transmisi komunitas atau tingkat penularan, tingkat kematian, dan juga rawat inap, dan respons terkait 3T.

"Tentu masih memperhatikan vaksinasi dosis yang masih di bawah 50% dan terima kasih kepada TNI Polri bahwa di Maluku sudah meningkat 67,7%, Papua Barat 47,6%, namun di Papua masih 27,4%," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini