Share

Ini 6 Rahasia Sukses Orang Terkaya Indonesia Keturunan Tionghoa

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Selasa 01 Februari 2022 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 31 455 2540637 ini-6-rahasia-sukses-orang-terkaya-indonesia-keturunan-tionghoa-tv7Yc6Tm7V.jpg Rahasia Sukses Orang Terkaya Indonesia Keturunan Tionghoa. (Foto: Okezone.com/Topchinatravel)

JAKARTA – Orang terkaya di Indonesia ditempati keturunan China. Mereka pun terkenal ulet saat menjalankan usaha dari titik nol hingga bernilai ratusan triliun.

Peringkat pertama orang terkaya di Indonesia ditempati Robert Budi dan Michael Hartono. Diketahui, selama 10 tahun keluarga ini berada diperingkat pertama deretan orang terkaya di Indonesia.

Mengutip Forbes, Budi Hartono memiliki kekayaan USD21,7 miliar atau setara Rp311,9 triliun (kurs Rp14.373 per USD).

Selain menjadi pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA), Budi bersama kakaknya Michael Hartono, merupakan pemilik dari perusahaan rokok kretek terbesar di Indonesia, yakni Djarum.

Baca Juga: Mengenal Keseruan Tradisi Imlek di Berbagai Negara Asia

Sementara Michael Hartono tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar USD20,9 miliar atau setara Rp300,2 triliun (kurs Rp14.366 per USD). Bloomberg menempatkan kakak kandung dari Budi Hartono ini sebagai orang terkaya ke-127 di dunia. Apabila digabungkan, maka total kekayaan mereka mencapai Rp479 triliun.

Menurut akademisi dan praktisi bisnis Prof Rhenald Kasali, ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari kesuksesan keturunan Indonesia-China. Salah satunya yakni kerja keras saat merintis bisnis.

Berikut beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kesuksesan miliarder Chinese di Indonesia:

1. Karakter Perantau

Keturunan Tionghoa yang sukses di Indonesia memiliki karakter perantau yang mirip dengan Yahudi, India dan Korea. Hanya saja tingkatannya berbeda.

Menurut Prof Rhenald, keturunan China memiliki prinsip yang berbeda dengan perantau dari negara lain. Jika perantau Yahudi banyak yang menjadi ilmuan, perantau asal China lebih memilih menjadi pedagang. 

2. Modal Kepercayaan dan Kerja Keras

Dengan karakter perantau sebagai wirausaha, para keturunan China memulai usahanya dengan modal kepercayaan dan kerja keras. Prof Rhenald bilang, jika ada yang bertanya kenapa banyak orang China yang sukses, hampir semua jawaban mengatakan kepercayaan dan kerja keras.

Baca Juga: 2.289 Personel Dikerahkan Amankan Perayaan Imlek di Sumut

Dari modal tersebut, lanjutnya, mereka bisa mengumpulkan uang, hidup hemat agar anak-anaknya bisa mendapat pendidikan yang baik.

3. Cara Mendidik Anak

Keturunan China juga mendidik anak agar tidak hidup boros. Tak hanya itu, ilmu berdagang juga sudah diturunkan orang tua sejak kecil. Misalnya, bermula dari usaha warung, orang tua akan memberikan kepercayaan ke anaknya untuk menjadi kasir.

“Jadi ada pekerjaan yang diberikan kepada orang yang dipercaya (yaitu anak),” ujar Prof Rhenald.

Dia menambahkan, mayoritas bisnis besar yang dimiliki orang terkaya di Indonesia bermula dari usaha kecil. Dari usaha warung, anak sudah dididik untuk mengenal apa itu berdagang.

Dengan begitu, bisnis yang awalnya kecil menjadi besar itu bisa diturunkan ke generasi kedua hingga ketiga. “Anaknya kemudian nerusin usaha karena sudah biasa nemenin bapaknya,” ucap dia.

4. Berani Investasi

Keturunan China dinilai lebih berani berinvestasi dalam jangka yang panjang. Bukan cuma investasi uang, pertemanan juga bisa dianggap sebagai investasi. Namun, ada juga yang dinilai lebih perhitungan dan hidup hemat. Keturunan China yang hidup hemat lebih berhati-hati dalam menggunakan uangnya.

5. Jiwa Sosial Tinggi

Rhenald menyebut, umumnya mental perantau ini memiliki jiwa sosial yang kuat. Mereka mudah terenyuh bila mendengar ada golongan orang yang memerlukan beasiswa. Hampir rata-rata orang terkaya keturunan China memiliki yayasan sosial.

6. Percaya Keberuntungan dan Nasib

Satu lagi yang membedakan pengusaha perantau dan pengusaha pribumi adalah kepercayaan mereka tentang keberuntungan dan nasib. Rhenald menuturkan, pengusaha keturunan sangat memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan keberuntungan dan nasib. Misalnya, saat membangun rumah mendatangkan ahli fengshui, saat memilih menantu akan mencari tahu apakah membawa keberuntungan atau tidak.

“Mereka juga menghormati leluhur, ketika ada leluhur yang meninggal mereka bikin upacara besar dan berebut mengurusnya karena mereka percaya akan mendatangkan keberuntungan yang tinggi dan mereka sangat percaya dengan keluarga. Ikatan saling menjaga kuat sekali,” kata Prof Rhenald. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini