JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir berharap momen kebangkitan ekonomi tahun ini terus berlanjut. Menurutnya, kerukunan beragama menjadi kekuatan besar bagi kebangkitan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.
Erick menilai, makro ekonomi tak akan tumbuh bila masyarakat tidak rukun.
Baca Juga: Selamat Tahun Baru Imlek, Erick Thohir: Semoga Diberikan Kesehatan dan Kebahagiaan
Dirinya berharap 2022 menjadi momentum pertumbuhan bagi ekonomi dalam negeri.
"(Harapan tahun ini) ekonomi terus tumbuh, tapi kerukunan beragama menjadi sangat penting. Tidak mungkin ekonomi tumbuh kalau masyarakat tidak rukun. Perbedaan kita adalah sebuah kekuatan kita," ungkap Erick kepada Wartawan, Selasa (1/2/2022).
Baca Juga: Revitalisasi Bandara Halim, Ini Tugas Jokowi untuk Erick Thohir
Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Erick pun berharap forum multilateral strategis yang menghubungkan negara-negara maju dan berkembang di dunia itu memberikan dampak signifikan bagi ekonomi Tanah Air.
Bahkan, KTT G20 menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk menjadi sentral pertumbuhan ekonomi global. Harapan itu sejalan dengan market Indonesia yang diklaim paling besar di Asia Tenggara.
"Dan alhamdulillah kita jadi tuan rumah G20. Kita diharapkan jadi sentra pertumbuhan ekonomi dunia. Ini yang harus kita pastikan, sentranya tidak berubah ke negara lain," ungkap dia.
Meski adanya proyeksi yang optimistis, Erick juga tak mengelak akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. Kemungkinan itu diperkirakan terjadi pada 2038, ketika ekonomi Tanah Air berada dalam kondisi "lampu kuning" atau gawat.
Istilah "lampu kuning" untuk menggambarkan kondisi makro ekonomi Tanah Air belum begitu jelas. Hanya saja, Erick menyinggung pada saat ini pendapatan kelas menengah (middle income class) mengalami perlambatan, bahkan menyusut.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.