Share

Heboh Pesawat Susi Air Diusir dari Bandara Malinau, Ini Fakta Sebenarnya

Antara, Jurnalis · Kamis 03 Februari 2022 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 03 320 2541793 heboh-pesawat-susi-air-diusir-dari-bandara-malinau-ini-fakta-sebenarnya-cUsxXreUI4.png Heboh Pesawat Susi Air Diusir (Foto: Tangkapan Layar Video Okezone)

JAKARTA - Heboh pesawat Susi Air diusir dari Hanggar Bandara RA Bessing, Malinau, Kalimantan Utara oleh petugas dari Satpol PP Pemkab Malinau pada Rabu 2 Februari 2022.

Hal ini pun membuat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti sekaligus pemilik Susi Air berkomentar.

Dalam cuitannya, melalui akun twitter resminya, @susipudjiastuti "Seringkali ada kejutan dlm hari-hari kita .. Kejutan hari ini, sy dapat video dari anak saya ttg pesawat Susi Air dikeluarkan paksa oleh sekumpulan Satpol PP dari Hanggar Malinau setelah kita sewa selama 10 tahun ini untuk melayani penerbangan di wilayah Kaltara".

Lalu bagaimana kejadian sebenarnya?

Wakil Gubernur Kalimantan Utara Yansen TP menegaskan tidak ada pengusiran pesawat Susi Air dari hanggar Bandara R.A Bessing, Kabupaten Malinau oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan Pemkab Malinau.

"Tentu pemda punya alasan dan tidak etis mengungkapkan hal-hal antara Pemda dan maskapai," kata Yansen saat dikonfirmasi dari Tarakan, Rabu malam (3/2/2022).

 

Baca Juga: Pesawat Susi Air Dikeluarkan Paksa dari Hanggar Bandara Malinau Kaltara

Dia mengatakan bahwa persoalan ini sebaiknya dikonfirmasikan dulu, mengenai alasan di balik kebijakan Pemkab Malinau itu, supaya tidak timbul saling menyudutkan.

"Sebaiknya kita fokus melakukan pelayanan terbaik untuk perbatasan, karena pelayan komersial apalagi melayani subsidi harus memenuhi azas manfaat dan saling memuaskan," kata Yansen yang pernah menjabat Bupati Malinau.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Dia mengatakan bahwa banyak maskapai yang melayani masyarakat di perbatasan maka diharapkan semua harus saling berkoordinasi.

Wagub mengatakan bahwa tidak hanya aspek bisnis yang dicapai, tetapi terpenuhinya kebutuhan perbatasan berupa kelancaran distribusi barang dan orang, agar suasana kondusifitas di perbatasan bisa tercipta.

"Harapan kita jangan meramaikan kebijakan pemda ini, supaya tidak ada yang disudutkan," kata Yansen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini