Share

Molor dari Target, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kapan Selesai Pak Luhut?

Azhfar Muhammad, MNC Portal · Kamis 10 Februari 2022 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 320 2545096 molor-dari-target-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-kapan-selesai-pak-luhut-ThORbkKgpE.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: MPI)

JAKARTA - Menteri Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memproyeksikan kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB) bisa rampung dan selesai di tahun 2023 mendatang.

Menko Luhut menyatakan, saat ini Pemerintah tengah menunggu hasil audit yang dilakukan oleh pihak pemerintah atas pembengkanan yang dialami dari kebutuhan modal pembangunan Proyek.

“Sebenarnya kereta cepat Jakarta Bandung itu harus selesai Desember tahun ini, tapi ada tunnel dan lokasi nya tanah longsor jadi kalau kena air melumpur. Tapi ya namanya juga teknologi ya kemarin saya sudah tinjau bersama pak Jokowi sudah bisa diatasi tapi akibatnya ya memang tertunda,” kata Menko Luhut saat ditemui dikantornya oleh MNC Portal, Rabu (9/2/2022) kemarin.

Untuk masalah pembiayaan, kata dia, pembayaran sudah dapat teratasi dan terbayarkan dengan sejumlah pembiayaan dari sponsor.

“Pemerintah juga sudah membayarkan sejumlah pembayaran, kita sudah melakukan pengecekan, saat ini pemerintah tengah menunggu audit over run cost apakah USD1,6 Miliar atau kurang dari itu nanti kita bagi,” tambahnya.

Dengan begitu Menko Luhut mengaku optimis atas operasional kereta api cepat dapat rampung di tahun 2023 mengingat KCIC telah mengklaim proyek pembangunan proyek ini sudah hampir mencapai 80%.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Kita oke, (semoga bisa rampung di tahun 2023). Kita semua juga sudah bedah dan sudah melihat satu persatu tidak ada kehawatiran lagi,” tandasnya.

Sebelumnya KCIC melaporkan, kebutuhan modal pembangunan Proyek sekitar USD1,9 miliar atau sekitar Rp27,17 triliun. Adapun dana yang diestimasikan oleh KCIC sebelumnya adalah USD6,07 miliar yang terdiri atas USD 4,8 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini