Share

Warga Amerika Dilarang Datang ke Indonesia, Apa Kata Pengusaha?

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Selasa 15 Februari 2022 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 15 455 2547649 warga-amerika-dilarang-datang-ke-indonesia-apa-kata-pengusaha-wTIXOP7zwm.jpg Apa kata pengusaha soal warga Amerika dilarang ke Indonesia?

JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melalui panduan perjalanan (travel advisory) yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri, meminta wargannya untuk tidak melakukan perjalanan ke Indonesia, Senin (14/2/2022).

Hal itu karena lonjakan kasus Covid-19 yang belakangan ini terjadi kembali di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani pun langsung memberi tanggapan.

Dia mengatakan, tidak ada dampak yang signifikan bagi bisnis di Indonesia terkait larangan warga AS ke tanah air.

“Saya rasa kalau warga amerika dilarang datang ke Indonesia dengan alasan karena Covid-19 atau lonjaknya Omicron tak ada dampak yang terlalu signifikan, atau gimana ya khususnya ke sektor usaha dan pariwisata jadi dampaknya kecil ko,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (15/2/2022).

 BACA JUGA:Amerika Larang Warganya ke Indonesia, Bakal Berdampak ke Ekonomi?

Hariyadi menyebut, untuk jumlah kunjungan warga negara asing dari negara asal Amerika Serikat itu tidak terlalu banyak.

“Orang Amerika ke kita kan gak banyak sebenarnya, beda ama China mungkin ya. Dan ini kan (larangan) sifatnya temporary atau sementara kan karena memang sejumlah negara malah belum buka sama sekali, saya rasa ini gak lama,” bebernya.

 BACA JUGA:Amerika Larang Warganya Liburan ke Indonesia, Kemenparekraf: Enggak Ngaruh!

Menurutnya, kalau yang dilarang warga China justru akan mengalami dampak dalam sejumlah sektor usaha dan pariwisata.

“Kalau kita bicara wisatawan asing pada 2019 ada 16,1 juta orang dan itu signifikan dari China. Tapi kalau Amerika sih sedikit ya. Paling temporer ya. Paling sebentar lagi kalau kasus sudah melandai nanti juga dicabut lagi,” jelasnya.

Meski demikian, Hariyadi menilai kalau bangkitnya sektor ekonomi Indonesia berasal warga tanah air sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini