Sementara pendapatan perseroan naik 3,47% menjadi USUSD101,32 juta. Rincinya, pendapatan time charter naik 20,43% menjadi USUSD70,423 juta. Senada, pendapatan angkutan tumbuh 16,31% menjadi USUSD27,837 juta. Hanya pendapatan perjanjian pool anjlok 85,71% menjadi USUSD2,337 juta. Sayangnya, beban langsung membengkak 27,27% menjadi USUSD56,755 juta. Akibatnya, laba kotor merosot 16,03% menjadi USUSD44,566 juta.
Hal itu dipicu pos gaji dan tunjangan bengkak 38,9% menjadi USUSD16,907 juta. Bahkan beban bahan bakar melonjak 270,58% menjadi USUSD6,356 juta. Sementara itu, aset perseroan tercatat tumbuh 2,03% menjadi USUSD845,2 juta. Hal itu dipicu pos utang usaha jangka pendek naik 79,11% menjadi USUSD28,337 juta. Kemudian kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar USUSD40,455 juta, atau naik 31,04% dibandingkan akhir Juni 2020 yang tercatat senilai USUSD30,872 juta.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.