Share

Jokowi Ingin RI Jadi Raja Kendaraan Listrik, Ramalan Ahok dan Erick Thohir soal SPBU Sepi Terbukti?

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 22 Februari 2022 18:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 22 320 2551401 jokowi-ingin-ri-jadi-raja-kendaraan-listrik-ramalan-ahok-dan-erick-thohir-soal-spbu-sepi-terbukti-svzpyyxvZw.jpg Jokowi dan Ahok (Foto: Instagram Ahok)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin Indonesia jadi raja produsen kendaraan listrik di dunia. Apalagi, dirinya menargetkan ada 2 juta kendaraan listrik akan mengaspal di Tanah Air pada 2025.

"Dengan didukung oleh ekosistem kendaraan listrik dari dulu sampai hilir, kita harapkan negara kita Indonesia nanti betul-betul mampu merajai menjadi produsen dari kendaraan listrik," kata Jokowi, Selasa (22/2/2022).

Hal ini dikatakan Jokowi saat peluncuran ekosistem kendaraan listrik yang menjadi bukti keseriusan pemerintah mendorong tercapainya Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060.

Baca Juga: Jokowi Ingin Indonesia Jadi Raja Produsen Kendaraan Listrik

Jokowi mengapresiasi seluruh pihak sudah terlibat untuk mewujudkan ekosistem ini. Jokowi berharap ekosistem ini berjalan dengan baik, mulai dari pembuatan baterainya hingga terciptanya kendaraan listrik dalam negeri.

"Kita harapkan nanti pabrik baterai listriknya segera bisa selesai dalam jumlah yang kapasitas besar. Kemudian kendaraannya yang di sini sudah ada WIKA Gesit juga akan di tingkatkan lagi kapasitas produksinya," katanya.

 

Lalu apakah ramalan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal SPBU akan sepi 5 tahun lagi terbukti?

Kala itu, Ahok memprediksi dalam lima tahun ke depan, SPBU di Indonesia bakal sepi konsumen. Hal itu berkaca pada program yang tengah dikemangkan pada industri kendaraan berbahan bakar listrik.

"Saya yakin tidak sampai lima tahun, kalau kendaraan bemotor udah ganti dengan listrik, jika ada pemberian kredit bunga murah dari APM, saya kira SPBU-SPBU bisa langsung kosong," kata Ahok Jumat (10/2/2022).

Selain adanya kredit murah untuk pembelian motor listrik, ujar Ahok, ke depan bisa saja ada teknologi baterai kendaraan listrik murah. Jika ini terjadi, ke depan angkutan-angkutan milik perorangan bisa saja menggunakan baterai listrik untuk kendaraan listriknya.

"Pengalaman temen-temen saya yang punya kendaraan listrik, kalau enggak keluar kota, mereka semua itu ngecasnya di rumah aja," ungkap Ahok.

Tak hanya Ahok, Menteri BUMN Erick Thohir juga pernah menyebut bisnis SPBU akan tenggelam alias sunset. Bisnis pom bensin akan tergerus dengan seiring pengembangan kendaraan listrik di Tanah Air.

Saat ini, pengembangan proyek Baterai Kendaraan Listrik atau Electric Vehicle (EV) Battery terus digenjot pemerintah. Di sisi investasi, pemerintah menggandeng investor global untuk ambil bagian dalam proyek strategi nasional (PSN) tersebut.

Tercatat, perusahaan global yang akan bermitra dalam ekosistem kendaraan listrik Indonesia adalah Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) asal China dan LG Chem asal Korea Selatan (Korsel).

Erick Thohir menyebut, keberadaan proyek Baterai Kendaraan Listrik berdampak pada konsumsi bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU). Itu karena 80% pengguna kendaraan listrik akan melakukan tambah daya (charging) di rumah mereka masing-masing.

"Kita bicara EV battery itu nanti kalau jadi mobil listrik 80% mobilnya charging di rumah, berarti bisnis pom bensin akan sunset (terbenam). Ini bukan nakut nakutin karena perubahan ini terjadi," ujar Erick, Kamis (5/2/2021).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini