Share

Realisasi Belanja Negara Baru Rp127,2 Triliun, Turun 13% di Awal 2022

Antara, Jurnalis · Selasa 22 Februari 2022 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 22 320 2551402 realisasi-belanja-negara-baru-rp127-2-triliun-turun-13-di-awal-2022-YItnUjbrQe.jpg Realisasi Belanja Negara (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pemerintah sudah mengeluarkan dana sebesar Rp127,2 triliun untuk belanja negara di satu bulan pertama tahun 2022.

Bila dibandingkan dengan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) edisi Februari 2021, tercatat bahwa nilai belanja negara pada awal tahun ini lebih rendah 13,0% yoy dari realisasi belanja negara pada Januari 2021 yang sebesar Rp146,2 triliun.

"Meski menurun, realisasi belanja ini tetap menunjukkan bahwa APBN menjadi pelindung bagi masyarakat di tengah berbagai peristiwa yang terjadi," ujar Sri dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual di Jakarta, Selasa (22/2/2022).

Dia menyebut APBN berperan besar sebagai pelindung masyarakat terhadap pressure (tekanan) kenaikan energi, kesehatan, guncangan global, omicron, pemulihan yang tidak merata, dan kompleksitas kenaikan suku bunga global.

Adapun belanja negara pada Januari 2022 tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat yang digolongkan dalam belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dan belanja non K/L serta Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

"Belanja pemerintah pusat tercatat Rp72,2 triliun atau turun 24,0% yoy dari realisasi pada bulan Januari 2021 yang sebesar Rp95,1 triliun. Ini terdiri dari Belanja K/L pada bulan Januari 2022 yang tercatat Rp21 triliun atau merosot 54,9% yoy dari realisasi pada Januari 2021 yang mencapai Rp48,4 triliun," jelas Sri.

Di sisi lain, belanja non K/L tercatat sebesar Rp50,4 triliun atau meningkat 8,1% yoy dari realisasi pada Januari 2021 yang mencapai Rp46,6 triliun.

"Sementara realisasi TKDD pada Januari 2022 tercatat Rp54,9 triliun atau meningkat 7,5% yoy dari realisasi pada Januari 2021 yang sebesar Rp51,1 triliun. Ini terdiri dari Transfer ke Daerah yang sebesar Rp54,6 triliun atau naik 8,4% yoy dan dana desa yang sebesar Rp0,3 triliun atau menurun 54,7% yoy," terang Sri.

Dia berharap agar kinerja penyerapan belanja pada bulan-bulan berikutnya ke depan akan semakin baik seiring dengan akselerasi penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk penanganan kemiskinan ekstrem.

"Selain itu, belanja juga didorong oleh pelaksanaan berbagai program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini