Share

Menperin Cabut 5.193 Izin Operasional Perusahaan

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 25 Februari 2022 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 320 2553127 menperin-cabut-5-193-izin-operasional-perusahaan-YYVrsKje2H.jpg Menperin Cabut Izin Operasional Perusahaan. (Foto: Okezone.com/Kemenperin)

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mencatat sebanyak 5.193 perusahaan telah dicabut izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Sementara IOMKI 17.910 perusahaan lainnya dalam kondisi aktif.

"Kami berharap, sektor industri taat melaporkan IOMKI ini melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), sehingga tidak ada pemberian sanksi lagi,” kata Agus Gumiwang, dikutip dalam keterangan resminya, Jumat (25/2/2022).

Agus mengatakan, kinerja industri manufaktur di Indonesia terus bangkit, meskipun masih dalam terpaan badai pandemi Covid-19, seperti yang dialami saat ini menghadapi gelombang ketiga karena adanya varian Omicron.

Baca Juga: Menperin Bertemu Menteri Ekonomi Jepang Bahas 'Kijang', Apa Itu?

“Namun demikian, para pelaku industri masih percaya diri dan menunjukkan semangat yang optimistis untuk merealisasikan investasinya dan memperluas pasar ekspor,” ucapnya.

Dikatakannya, geliat itu tercermin dari hasil Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia selama 2021 yang didominasi berada pada level di atas 50 atau menandakan sektor industri dalam tahap ekspansif.

Baca Juga: Investasi dan Ekspor Industri Manufaktur Selamatkan RI dari Resesi

"Sesuai survei IHS Markit, PMI Manufaktur Indonesia pada Januari 2022 berada di level 53,7 atau naik dibanding Desember tahun lalu yang mencapai 53,5," jelas Menperin.

PMI Manufaktur Indonesia pada Januari 2022 melampaui PMI Manufaktur rata-rata negara ASEAN (52,7), Malaysia (52,8), Filipina (50,0), Korea Selatan (51,9), Rusia (51,8), dan China (49,1).

Berikutnya, dari sisi ekspor, industri manufaktur terus memberikan kontribusi yang paling besar. Nilai ekspor industri manufaktur pada tahun 2021 sebesar 177,10 miliar dolar AS atau menyumbang hingga 76,49 persen dari total ekspor nasional.

Capaian tersebut melampaui nilai ekspor manufaktur sepanjang tahun 2020 sebesar Rp131 miliar dan bahkan lebih tinggi dari capaian ekspor tahun 2019 yang berada di angka Rp127,38 miliar. Sementara itu, realisasi investasi di sektor manufaktur pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp325,4 triliun atau naik 19,24 persen dari nilai investasi 2020.

Pada aspek ketenagakerjaan, sektor industri manufaktur menunjukkan pemulihan dari segi penyerapan tenaga kerja.

Seiring dengan bangkitnya sektor industri pengolahan dari dampak pandemi, ada tambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang di tahun 2021 sehingga jumlah total tenaga kerja di sektor ini kembali meningkat ke angka 18,64 juta orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini