Share

Menperin Bertemu Menteri Ekonomi Jepang Bahas 'Kijang', Apa Itu?

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Selasa 11 Januari 2022 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 320 2530355 menperin-bertemu-menteri-ekonomi-jepang-bahas-kijang-apa-itu-tqDbF2Kk5E.jpg Menperin Bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan Jepang.(Foto: Okezone.com/Kemenperin)

JAKARTA - Kerjasama Indonesia dan Jepang (Kijang) terus ditingkatkan, khususnya sektor industri. Langkah sinergi diperkuat melalui pertemuan antara Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang, Kōichi Hagiuda.

Dalam pertemuannya dengan Menteri Hagiuda, Agus mengatakan bahwa pemerintah Jepang mengusulkan kerja sama ekonomi di negara-negara Asia, yang dinamakan Asian Japan Investing for the Future Initiative (AJIF).

“Saat ini, Jepang mempromosikan usulan AJIF kepada negara anggota ASEAN guna mendapat dukungan,” tutur Agus di Jakarta, dikutip Selasa (11/1/2022).

Menperin menegaskan, Pemerintah Indonesia berterima kasih atas inisiatif yang disampaikan pihak Jepang. Namun, dia bilang, tetap memerlukan waktu untuk pendalaman lebih lanjut.

Baca Juga: Investasi dan Ekspor Industri Manufaktur Selamatkan RI dari Resesi

“Harapannya proposal ini dapat diselaraskan dengan kegiatan yang tercakup dalam program kerja sama di level regional ASEAN,” imbuhnya.

Area kerjasama usulan Jepang tersebut, antara lain terkait diversifikasi rantai pasok, memperkenalkan pengembangan dan pemanfaatan teknologi energi terbarukan dan sistem manajemen energi, serta kerja sama studi kelayakan untuk infrastruktur berkualitas.

Berikutnya, mengenai penerapan teknologi digital di seluruh lapisan masyarakat, dan pengembangan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kapasitas dalam pemanfaatan teknologi digital. Indonesia juga mengusulkan kerja sama implementasi industri 4.0 dengan Jepang melalui program New MIDEC.

Baca Juga: Tuan Rumah Konferensi Pengembangan Industri, Menperin Ingin Tingkatkan Partisipasi IKM di Pasar Global

“Kami ingin memastikan agar program kerja sama yang telah berjalan bisa tetap dilaksanakan serta mengembangkan program-program lainnya,” ungkap Agus.

Selanjutnya Agus mengatakan, Jepang juga tertarik untuk makin memperkuat kerja sama di sektor industri otomotif. Proyek kerja sama teknis ini akan melibatkan berbagai institusi mitra di Jepang, seperti kerja sama dengan JICA dan METI.

“Kami berharap komitmen Pemerintah Jepang melalui METI untuk menjamin keberlanjutan dan menjaga keselarasan capaian antara proyek tersebut. Selain itu, mendorong peningkatan investasi di sektor industri otomotif untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi tujuan ekspor,” papar Agus.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Industri otomotif merupakan salah satu sektor terpenting dan sebagai kontributor utama terhadap PDB. Saat ini terdapat 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun, dengan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang.

Total investasi yang telah tertanam mencapai Rp140 triliun, dan memberikan penghidupan kepada 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut.

“Kami banyak melakukan komunikasi dengan produsen otomotif di Jepang. Mereka masih tetap berkomitmen untuk investasi di Indonesia, termasuk di bidang Electric Vehicle,” ujar Menperin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini