JAKARTA – Mengatur skala prioritas gaji merupakan hal penting.
Di mana, jika sudah terbiasa mengatur keuangan maka akan banyak hal diperoleh.
Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, mengatur skala prioritas gaji sangat mudah apabila diatur setiap bulan.
BACA JUGA:5 Begal Bersenjata Pedang dan Gergaji Ditangkap, 2 Didor
Adapun ada beberapa pos untuk menempatkan gaji yang diperoleh.
“Pertama, kita sisihkan sekitar 10 – 30% untuk investasi. Kemudian, apabila Anda punya utang atau cicilan utang, maka buat alokasi cicilan utang,” kata Mike saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (24/2/2022).
Dia menjelaskan, khusus utang ini bukan suatu kewajiban.
Adapun jika Anda mempunyai alokasi cicilan utang karena untuk membeli barang yang dibutuhkan misal untuk mendukung produktivitas bekerja, itu diperbolehkan.
BACA JUGA:Simak! Tips Liburan Murah Tanpa Bikin Kantong Jebol
Akan tetapi, jumlah cicilan tersebut harus dibatasi yakni maksimal 30% dari gaji yang diperoleh.
“Anda memerlukan pembiayaan atau pinjaman untuk membeli aset yang membuat Anda produktif, tentu itu diperbolehkan. Dengan catatan cicilannya jangan sampai memberatkan, karena itu alokasi ketika Anda membeli aset untuk membuat produktif, dibatasi sejumlah 30% saja dari gaji,” jelasnya.
Selanjutnya, mempersiapkan asuransi. Menurut Mike, dana asuransi bisa disisihkan sebesar kurang lebih 5 – 10% dari gaji.
Terakhir, yakni mengalokasikan untuk biaya hidup sekitar 50 – 60%.
“Kurang lebih, prioritas pengaturan gaji pada empat point pengeluaran tersebut. Jadi tidak 100% untuk nabung, itu tidak realitis, karena anda masih punya pengeluaran hidup yang lain. Jadi, harus dibagi-bagi sesuai dengan priority-nya, sesuai dengan kebutuhannya,” terangnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)