Share

Menko Airlangga Ungkap 3 Isu Utama Presidensi G20

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 26 Februari 2022 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 26 320 2553555 menko-airlangga-ungkap-3-isu-utama-presidensi-g20-AQtQD170oS.jpg Menko Airlangga ungkap 3 isu utama Presidensi G20. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat tiga isu utama dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022.

Ketiganya meliputi isu kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi yang adil dan terjangkau.

Airlangga optimis ketiga isu utama pembahasan KTT G20 2022 tersebut dapat membuat Indonesia meraih kerja sama bilateral untuk menciptakan hasil yang konkret.

“Presidensi G20 Indonesia saat ini berada pada periode yang sangat krusial bagi proses pemulihan ekonomi global. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk mencapai tujuan nasional, utamanya prioritas kita dalam transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju,” ujar Airlangga dikutip Sabtu (26/2/2022).

 BACA JUGA:Presidensi G20 Peluang Ekonomi Indonesia Jauh Lebih Baik dari Sebelum Krisis akibat Covid-19

Dia menyebut, mengenai isu kesehatan global, otoritas negara-negara G20 akan membahas restrukturisasi arsitektur kesehatan global.

Salah satunya melalui penyelerasan standar protokol kesehatan global dan pembentukan Joint Finance and Health Task Force.

Kemudian, untuk transformasi ekonomi berbasis digital, pembahasannya terkait pengembangan literasi dan keterampilan yang lebih inklusif hingga produktif.

 BACA JUGA:Menparekraf Gagas Komunitas Musik di Mandalika Tampil di MotoGP 2022 dan Side Event G20

Lalu, mencapai kesepakatan global untuk mempercepat transisi energi yang adil dan terjangkau.

“Indonesia melalui kepemimpinan dalam Presidensi G20 berupaya agar bisa menghasilkan sisi aksi konkret yang dapat dicontoh di berbagai tempat dan bermanfaat bagi dunia, seperti membangun ekosistem dunia yang ramah disabilitas, berpihak pada inovasi, dan membuat kebijakan yang bisa diaplikasikan,” ungkapnya.

Airlangga juga optimis dalam Presidensi G20, Indonesia akan berperan aktif dalam mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi yang lebih kuat, tangguh, dan lebih siap menghadapi krisis serta tantangan masa depan.

"Dengan rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia yang mencapai lebih dari 400 events di sejumlah kota, diharapkan dapat mendorong bangkitnya perekonomian di daerah. Diperkirakan estimasi manfaat ekonomi bagi Indonesia antara lain akan meningkatkan PDB Nasional sebesar Rp7,4 triliun, melibatkan UMKM dan menyerap tenaga kerja hingga 33.000 orang," katanya.

Presidensi G20 Indonesia akan terus terbuka dan mendukung kerja sama dengan berbagai pihak, baik antar pemangku kepentingan dalam negeri, maupun kerja sama dengan negara-negara dan organisasi internasional untuk mengimplementasikan upaya transformasi ekonomi yang adaptif, responsif, dan inklusif.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini