Share

Transaksi ATM di Bali Tak Bisa Digunakan Mulai 2 Maret 2022

Antara, Jurnalis · Senin 28 Februari 2022 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 28 320 2554295 transaksi-atm-di-bali-tak-bisa-digunakan-mulai-2-maret-2022-D6mGxi7H5R.jpeg ATM di Bali Dinonaktifkan saat Hari Raya Nyepi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

DENPASAR - Penarikan tunai di Bali menggunakan mesin ATM secara bertahap akan dinon-aktifkan mulai 2 Maret 2022 pukul 12.00 WITA, terkait dengan peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1944.

"Layanan anjungan tunai mandiri (ATM) akan kembali beroperasi normal mulai 4 Maret 2022 pada pukul 06.00 Wita," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, dikutip dari Antara, di Denpasar, Senin (28/2/2022).

Baca Juga: Jangan Kaget! Mesin ATM dan EDC Bisa Punah Tergerus Digitalisasi

Tetapi untuk layanan perbankan yang berbasis elektronik atau digital seperti mobile banking tetap beroperasi seperti biasanya sepanjang ditunjang dengan sarana jaringan komunikasi atau internet.

Selain itu, untuk memperingati kesucian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan perbankan se-Provinsi Bali juga melakukan penyesuaian waktu layanan operasional.

Baca Juga: Curhat Netizen Tarik Uang di ATM Dapat Uang Sobek, Masih Bisa Ditukar ke Bank?

KPwBI Provinsi Bali tidak melakukan kegiatan operasional dari 2-4 Maret 2022, sehingga layanan penarikan dan penyetoran kas perbankan, serta kegiatan pertukaran warkat debet (cek/bilyet giro) ditiadakan.

Selanjutnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali akan kembali membuka layanan seperti biasanya pada 7 Maret 2022.

Dalam masa pandemi COVID-19, Trisno kembali mengimbau masyarakat untuk selalu tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan tetap berhati-hati dalam bertransaksi pembayaran.

"Ingat berhati-hati dalam bertransaksi pembayaran secara tunai maupun non tunai dengan selalu menjaga kerahasiaan informasi pribadi seperti username, password, PIN, serta kode OTP (one time password)," kata mantan Kepala KPwBI DKI Jakarta itu.

Selain itu, Trisno semakin mendorong penggunaan pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) karena transaksi nirsentuh ini sejalan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini