Share

Masyarakat Banyak Tinggal di Rumah Selama Februari, Pantas Mal hingga Tempat Wisata Sepi

Antara, Jurnalis · Selasa 01 Maret 2022 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 01 320 2554569 masyarakat-banyak-tinggal-di-rumah-selama-februari-pantas-mal-hingga-tempat-wisata-sepi-8okKe1VE5H.jpg Penduduk Indonesia banyak tinggal di rumah selama Februari 2022. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Selama Februari 2022, dikabarkan penduduk Indonesia lebih banyak tinggal di rumah.

Hal itu dikonfirmasi oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto.

Dia menyampaikan, jika banyak penduduk yang tinggal di dalam rumah, itu dapat membuat penurunan aktivitas di tempat perdagangan ritel, rekreasi, tempat belanja kebutuhan sehari-hari, taman, tempat transit, hingga tempat kerja.

"Ada 9,23 persen penduduk yang ada di rumah. Sementara kalau dibandingkan Januari 2022 angkanya 5,26 persen," katanya dikutip Antara, Selasa (1/3/2021).

Kemudian, tercatat pada tempat perdagangan ritel dan rekreasi yang semula pada Januari 2022 sebesar 7,45 persen.

Lalu, pada Februari 2022 turun menjadi 3,68 persen.

Sedangkan, untuk tempat belanja kebutuhan sehari-hari pada Februari 2022 angkanya 25,23 persen.

Data itu turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 27,55 persen.

 BACA JUGA:BPS Catat Ekspor Indonesia USD19,1 Miliar di Januari 2022, Meroket 25%

Serta terjadi juga penurunan mobilitas di taman, dari 10,94 persen pada Januari 2022, menjadi 4,86 persen di Februari 2022.

Tak hanya itu, penurunan juga terjadi di tempat transit dan tempat kerja.

Meski masih di bawah kondisi normal pada Januari 2022, tapi aktivitas kembali menjadi minus 24,5 persen dari kondisi normal.

Di mana sebelumnya, pada Januari 2022, angkanya minus 12,65 persen.

Tempat kerja pun mengalami hal serupa, yang kondisinya masih di bawah kondisi normal pada awal tahun 2020.

Sehingga, pada Februari, aktivitasnya turun minus 5,82 persen dari kondisi normal, dan untuk Januari 2022, penurunannya hanya minus 1,68 persen.

Sebagai informasi, kondisi itu diperkirakan karena Covid-19 varian Omicron mulai merebak di Indonesia pada akhir Januari 2022.

Akibatnya, di Indonesia kenaikan kasus Covid-19 kembali melonjak.

Pemerintah juga meminta agar penerapan kerja dari rumah atau WFH diberlakukan lagi untuk mengurangi mobilitas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini