JAKARTA - Kaum Oligarki Rusia disebut sebagai "kroni-kroni" Presiden Vladimir Putin. Hal itu mulai kontroversi setelah invasi ke Ukraina, Kamis (24/2/2022).
Kemudian, Barat juga telah memperketat sanksi terhadap Bank Rusia dan sejumlah individu yang disebut OIigarki itu.
BACA JUGA:Sebut Vladimir Putin Bakal Mati Menderita, Unggahan Oleksandr Zichenko Dihapus Instagram
Berikut ini dirangkum Okezone.com terkait fakta-fakta kaum Oligarki Rusia:
1. Sejarah Kaum Oligarki
Kata Oligarki memiliki sejarah panjang, yang artinya jauh lebih spesifik.
Kaum oligarki dalam pengertian tradisional adalah anggota atau pendukung oligarki, yaitu sistem politik yang diperintah sekelompok kecil orang.
Kini, oligargi sering digunakan untuk merujuk pada sekelompok orang Rusia yang sangat kaya serta menjadi terkenal setelah jatuhnya Uni Soviet pada 1991.
2. Kata Oligarki dari Yunani
Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani oligoi, yang berarti sedikit, dan arkhein yang berarti memerintah.
Berbeda dengan monarki (pemerintahan satu orang, monos) atau demokrasi (pemerintahan rakyat, demos).
Oleh karena itu, oligarki dapat menjadi anggota kasta penguasa yang dipisahkan dari masyarakat lainnya berdasarkan agama, kekerabatan, prestise, status ekonomi, dan bahkan bahasa mereka.
Elite-elite seperti itu cenderung memerintah untuk kepentingan mereka sendiri, seringkali melalui cara yang meragukan.
BACA JUGA:Harga Minyak Meroket setelah Rencana Pertemuan Joe Biden dan Vladimir Putin Diprediksi Batal
3. Deretan Kaum Oligarki
Kaum oligarki lebih sering didefinisikan sebagai orang yang sangat kaya, yang menghasilkan uang dari berbisnis dengan negara.
Nama pengusaha Rusia Roman Abramovich pun disebut sebagai orang yang mungkin dari Oligarki.
Hal itu karena harta kekayaan pemilik pemilik klub sepakbola Chelsea ini menembus sekitar USD14,3 miliar yang berkisar Rp205,8 triliun.
Adapun nama lainnya Alexander Lebedev, mantan perwira KGB dan bankir. Putranya bernama Evgeny adalah pemilik surat kabar London Evening Standard.
4. Oligarki Disebut Penyebab Goyahnya Pembangunan Negara
Organisasi independen yang berbasis di Kyiv, Ukrainian Institute for the Future (UIF) menyalahkan pengaruh luas oligarki pada masyarakat, industri, dan politik Ukraina sebagai penyebab goyahnya pembangunan negara itu.
"Oligarki Ukraina menerima sebagian besar aset mereka dari kolusi dengan pejabat dan melalui privatisasi yang tidak transparan. Sejak saat itu, kontrol atas sistem politik terus menjadi aspek kunci untuk menyelamatkan bisnis mereka," kata laporan UIF, dikutip dari BBC Indonesia, Selasa (1/3/2022).
5. Benarkah Kroni-kroninya Presiden Vladimir Putin?
Putin mengendalikan oligarki menggantikan Yeltsin.
Ketika ditanya tentang oligarki pada 2019, Putin mengatakan kepada Financial Times bahwa negaranya tidak memiliki oligarki lagi.
Namun, orang-orang yang memiliki hubungan sangat dekat dengan Putin mampu membangun kerajaan bisnis berkat dukungannya.
Baca Selengkapnya: Mengenal Kaum Oligarki Rusia, Orang Super Kaya yang Disebut Kroni-Kroni Putin
(Zuhirna Wulan Dilla)