Share

Tumbuh 52%, E-Commerce Jadi Kekuatan Baru Ekonomi RI

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Rabu 02 Maret 2022 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 02 320 2555345 tumbuh-52-e-commerce-jadi-kekuatan-baru-ekonomi-ri-LgJCfN3U9t.jpg Pertumbuhan e-commerce di Indonesia (Foto: Reuters)

JAKARTA - Ekonomi digital menjadi kekuatan baru pada perekonomian Indonesia. Hal ini didukung kebijakan PPKM menjadi faktor pendorong masyarakat beralih ke layanan digital.

"Ekonomi digital jadi kekuatan baru bagi layanan masyarakat Indonesia. Kebijakan PPKM mendorong masyarakat untuk pindah ke layanan digital karena menghindari kontak fisik dengan sesama di tengah situasi Covid-19," ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Mohammad Rudy Salahuddin di acara Peluncuran Studi Lazada 2021 secara virtual, Rabu (2/3/2022).

Rudy menjelaskan, pada 2021, ekonomi digital Indonesia menjadi yang terbesar dan yang tercepat di Asia Tenggara. Disebutnya, e-commerce menjadi penopang dari nilai transaksi ekonomi digital di Indonesia dengan nilai pertumbuhan mencapai 52% year on year.

"Secara keseluruhan pada tahun 2021 nilai ekonomi digital mencapai USD70 miliar. Tumbuh signifikan sebesar 49% year on year dan pada tahun 2025 nilai ekonomi digital diprediksi akan mencapai USD146 miliar," terangnya.

Rudy tidak bisa memungkiri bahwa pandemi Covid-19 menjadi akselerator proses digitalisasi. Dia menyampaikan, pada rapat terbatas (ratas) hilirisasi ekonomi digital, Presiden Joko Widodo menyampaikan beberapa arahan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Beberapa ratas tersebut antara lain terkait penguatan regulasi ekonomi digital agar dapat reaktif dan adaptif mengingat sektor ini berkembang sangat dinamis. "Sehingga diharapkan regulasi dapat akumodatif apa membatasi ruang inovasi dari pelaku usaha," lanjutnya.

Dengan potensi ekonomi digital di Indonesia yang sangat besar, sambung Rudy, bukan berarti tanpa tantangan. Salah satunya soal penyiapan talenta digital Indonesia.

Menurutnya, dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia, jika tidak disertai dengan peningkatan kualitas SDM justru akan menjadi boomerang bagi perekonomian Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini