Share

Pantau Pasokan Listrik di Bali Jelang KTT G20, Luhut Beri Tugas Berat untuk PLN

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 03 Maret 2022 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 03 320 2555823 pantau-pasokan-listrik-di-bali-jelang-ktt-g20-luhut-beri-tugas-berat-untuk-pln-L4JvyZhQdO.jpg Menko Luhut minta PLN sediakan panel surya (Foto: Dokumentasi Kemenkomarves)

JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta PLN mendukung panel surya. Sebab, alat yang mampu mengubah energi surya menjadi energi listrik itu dinilai bermanfaat bagi masyarakat.

"Saya pesan ke PLN untuk turut andil untuk mendukung pembangunan panel surya yang mampu memudahkan kegiatan proses penyemaian bibit mangrove yakni dari proses pompa air laut, hingga penyiraman dan pengaliran air laut," ujar Luhut, dikutip Kamis (3/3/2022).

Permintaan Luhut setelah dia melakukan kunjungan kerja memantau kesiapan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022 di Bali. Untuk menyukseskan pelaksanaan forum multilateral strategis itu, PLN telah menyiapkan 36 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap atau photovoltaic rooftop di Bali dengan total kapasitas 869 kilowattpeak (kWp).

Selain PLTS atap, PLN diharapkan dapat menyiapkan showcase PLTS apung yang berlokasi di muara Tukad Badung dengan kapasitas minimal 1 MWp, agar masyarakat Bali dan juga dunia dapat menyaksikan secara langsung transisi energi Indonesia menuju era energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Bisnis Regional Jawa Madura dan Bali PLN, Haryanto WS memastikan kesiapan PLN mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur pendukung khususnya yang berbasis EBT.

Haryanto menjelaskan, terdapat 3 konsentrasi utama PLN dalam menyiapkan pasokan listrik untuk pelaksanaan KTT G20 saat ini, antara lain, pemasangan photovoltaic pada 35 atap gedung milik PLN dan 1 gedung milik PT Indonesia Power. Ditargetkan pembangunannya bakal rampung pada Juli 2022.

“Kami saat ini sedang menyiapkan atap pada gedung-gedung milik PLN terpasang photovoltaic yakni teknologi yang mampu mengkonversi radiasi matahari atau energi cahaya menjadi energi listrik, sehingga mampu meningkatkan penggunaan EBT yang mendukung transisi energi sebagai isu utama yang diusung dalam KTT G20,” ungkap Haryanto.

Berikutnya adalah pembangunan PLTS Hybrid di Nusa Penida, peletakan batu pertama (ground breaking) proyek ini telah dilakukan pada Jumat (18/02/2022) lalu, akan mampu menyumbang pasokan listrik dengan kapasitas sebesar 3,5 MW.

“Penambahan pembangkit ini menjadi langkah antisipatif dalam menghadapi lonjakan kebutuhan listrik yang diperkirakan naik sebesar 20% jelang KTT G20,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini