Share

Wall Street Rebound Ditopang Saham Teknologi dan Keuangan

Antara, Jurnalis · Kamis 10 Maret 2022 06:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 278 2559185 wall-street-rebound-ditopang-saham-teknologi-dan-keuangan-oW99U8sEvD.jpg Wall Street ditutup menguat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street ditutup melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Penguatan bursa saham AS dipimpin oleh saham keuangan dan teknologi.

Wall Street rebound dari penurunan beberapa hari setelah harga minyak turun tajam. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 653,61 poin atau 2,00%, menjadi menetap di 33.286,25 poin. Indeks S&P 500 bertambah 107,18 poin atau 2,57%, menjadi berakhir di 4.277,88 poin. Indeks Komposit Nasdaq melambung 460,00 poin atau 3,59%, menjadi ditutup di 13.255,55 poin.

Indeks S&P 500 membukukan kenaikan satu hari terbesar sejak Juni 2020, sementara Nasdaq mencatat kenaikan terbesar sejak Maret 2021.

Kelompok teknologi kelas berat dan keuangan adalah sektor S&P 500 dengan keuntungan tertinggi, masing-masing terangkat 4,0% dan 3,6%.

Sektor energi, yang telah menjadi pemain sektor yang menonjol pada tahun 2022, merosot 3,2% karena harga patokan minyak mentah Brent turun menjadi sekitar 110 dolar AS per barel dari lebih dari 130 dolar AS pada awal minggu.

Harga minyak global mencatat penurunan terbesar sejak awal pandemi hampir dua tahun lalu, setelah Uni Emirat Arab mengatakan anggota OPEC akan mendukung peningkatan produksi ke pasar yang berantakan karena gangguan pasokan yang disebabkan oleh sanksi yang dikenakan pada Rusia atas konfliknya dengan Ukraina.

Kenaikan tajam pada minyak dan komoditas lainnya telah memicu kekhawatiran tentang goncangan lebih lanjut terhadap kenaikan inflasi dan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Dalam perkembangan terakhir, Ukraina menuduh Rusia mengebom sebuah rumah sakit anak-anak di pelabuhan Mariupol yang terkepung selama gencatan senjata yang disepakati untuk memungkinkan warga sipil yang terperangkap di kota itu melarikan diri.

Saham-saham telah kesulitan karena kekhawatiran tentang krisis Rusia-Ukraina telah memperdalam aksi jual yang awalnya dipicu oleh kekhawatiran atas imbal hasil obligasi yang lebih tinggi karena Federal Reserve diperkirakan akan memperketat kebijakan moneter tahun ini untuk melawan inflasi.

Investor sedang menunggu laporan Kamis tentang harga konsumen AS sebagai rilis data utama menjelang pertemuan Fed 15-16 Maret.

Sekitar 14 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 13,6 miliar selama 20 sesi terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini