Share

Pengusaha Sawit Tekankan Pentingnya Ekonomi Hijau

Kamis 10 Maret 2022 17:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 320 2559643 pengusaha-sawit-tekankan-pentingnya-ekonomi-hijau-PQz6QrJbZV.jpg Pengusaha Sawit Tekankan Pentingnnya Ekonomi Hijau. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah tengah mengembangkan Program Ekonomi Hijau (green economy). Pengusaha sawit menilai implementasi ekonomi hijau bisa dilakukan mulai dari pemilihan lokasi kebun, sistem pemupukan yang memperhatikan konservasi tanah, proses produksi tidak menyisakan limbah, hingga menghasilkan CPO sebagai sumber bahan bakar nabati ramah lingkungan (biodiesel).  

Wakil Direktur Utama PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) Kurniadi Patriawan mengatakan, pihaknya sangat mendukung Program Ekonomi Hijau karena perusahaan menyadari bahwa seluruh masyarakat dunia harus ikut berpartisipasi demi keberlangsungan bumi.

Baca Juga: Menko Airlangga Percepat Peremajaan Sawit Rakyat

"Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan sumber energi yang terbarukan untuk kegiatan pabrik pengolahan TBS kami, sehingga operasional pabrik kami tidak bergantung pada bahan bakar fosil," jelas Kurniadi, dikutip dari Harian Neraca, Kamis (10/3/2022).

NSS, kata dia, juga menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan berupaya menghijaukan DAS yang berada di bawah pengawasan kami.

"Pimpinan kami juga sangat peduli dengan lingkungan, sehingga Beliau punya mimpi untuk menghijaukan bumi dan menghindari usaha-usaha yang mengambil. Beliau lebih memilih untuk menanam dan menuai hasilnya,” tegasnya lagi.

Baca Juga: Siap-Siap Minyak Goreng Mahal, Harga CPO Masih Tinggi hingga 2022

Dia menambahkan sejumlah penelitian, telah menunjukkan tanaman sawit menjadi penghasil minyak nabati paling efisien dibandingkan tanaman lain, seperti minyak bunga matahari, kedelai atau jagung, dari sisi penggunaan lahan dan produktivitas per luasan tanaman.

Satu indikator ini, paparnya, menjadikan sawit menjadi keunggulan komparatif Indonesia karena sawit tidak bisa tumbuh optimal di banyak negara. Sawit hanya dapat optimal tumbuh di negara-negara tertentu, seperti Indonesia dan Malaysia dan beberapa negara di Amerika Latin.

Dari sistem budidaya, NSS menggunakan sistem pemupukan berimbang, sehingga menjaga konservasi tanah. Dengan begitu, proses produksi tidak memiliki limbah yang dapat merusak lingkungan, baik dari proses milling TBS (Tandan Buah Segar) maupun dalam proses dan ekstrasi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan palm kernel (PK) atau sawit inti.

“Kami tetap berkomitmen menitikberatkan aktivitas bisnis untuk ikut memproteksi lingkungan. Sehingga, kegiatan bisnis NSS tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga ikut mendorong perekonomian dan menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Kurniadi Patriawan.

Dari sisi manfaat yang dapat diberikan perusahaan kepada komunitas, Kurniadi Patriawan mengatakan pihaknya berupaya dapat berpartisipasi dalam meningkatkan produktivitas tanaman sawit petani rakyat. NSS berinisiatif mengajak masyarakat sekitar kawasan perkebunan untuk bergabung dalam program plasma dan kemitraan bersama perusahaan.  

“Kami punya prinsip bahwa kualitas tanaman inti dan petani yang bekerja sama dengan kami harus setara. Kami menerapkan manajemen satu atap di mana kami turut merawat tanaman petani. Kami pun terbuka apabila para petani tersebut memiliki keinginan untuk belajar dengan cara bergabung dan ikut merawat lahan mereka," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini