JAKARTA – Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, bahwa deposito memang pasti dibutuhkan.
Namun, deposito harus mempunyai tujuan seperti untuk kebutuhan di masa pensiun.
“Deposito pasti dibutuhkan, tapi untuk apa? Ya terutama untuk di masa pensiun. Sebenarnya bukan cuma di masa pensiun saja, tapi ini konteksnya pensiun terlebih dahulu,” katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (12/3/2022).
BACA JUGA:Jangan Panik! Ini Cara Mudah Atur Keuangan Jelang Bulan Puasa
Mike menjelaskan, deposito adalah instrumen atau wadah menyimpan dana yang sifatnya untuk tujuan likuditas.
Di mana, likuiditas berarti memang sengaja disimpan dan tidak digunakan.
“Sengaja disimpan bukan untuk digunakan harian, sengaja disimpan di situ dan tidak Anda ambil jika memang tidak butuh. Contohnya jika seorang pensiunan dia merupakan orang yang konservatif sekali, dia belum punya pengalaman investasi di tempat lain, maka dia taruh deposito terlebih dahulu,” jelasnya.
Lanjutnya, deposito juga tidak berfluktuasi. Sehingga, jika suatu saat dibutuhkan bisa dicairkan dengan mudah.
“Deposito ini sifatnya tidak berfluktasi, sehingga kalau terjadi emergency dapat kita cairkan dengan mudah. Namun, memang harus perhatikan ketentuan jika dicairkan sebelum jatuh tempo, maka kita akan menerima pinalti,” bebernya.
BACA JUGA:Masih Sulit Nabung? Ikuti Tips Ini, Dijamin Bisa Punya Dana Darurat
Mike menambahkan, deposito merupakan cara menyimpan dengan tujuan keamanan dan likuiditas. Artinya, bukan untuk mendapatkan tingkat pendapatan pasif yang tinggi.
“Itu mengenai deposito, jadi sifatnya memang kita menyimpan untuk tujuan keamanan dan likuiditas. Bukan pertumbuhan jangka panjang atau bukan untuk mendapatkan tingkat pendapatan pasif yang tinggi. Jadi lebih diutamakan dari likuiditasnya,” ungkapnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)