Share

Matahari Departement Store (LPPF) Usul Bagi Dividen Rp250 per Saham

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 15 Maret 2022 08:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 15 278 2561697 matahari-departement-store-lppf-usul-bagi-dividen-rp250-per-saham-2OMJ1DKupe.jpg Matahari Department Store Usul Bagikan Dividen. (Foto: Okezone.com/Koran Sindo)

JAKARTA - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) telah akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Adapun salah satu agendanya, Matahari mengusulkan dividen final Rp250 per saham.

Rencana tersebut sebelum memperhitungkan dividen interim Rp100 per saham yang telah dibayarkan di Desember 2021, sehingga total dividen menjadi Rp350 per saham untuk tahun buku 2021.

Baca Juga: Matahari (LPPF) Bakal Buyback Saham Sebesar Rp500 Miliar

CFO Matahari, Niraj Jain mengatakan, pihaknya telah berfokus pada pemegang saham dan turut senang melihat pengakuan pemegang saham atas kinerja kami di tahun 2021.

"Kami berharap dividen yang diusulkan dapat menunjukkan apresiasi kami kepada seluruh pemegang saham," ujar Niraj dalam keterangan resminya di laman keterbukaan informasi BEI, Selasa (15/3/2022).

Baca Juga: Buyback Saham, Matahari Department Store Milik Konglemat Mochtar Riady Siapkan Rp500 Miliar

Jika disetujui oleh RUPST, dividen final akan dibayarkan pada tanggal 6 Mei 2022. Para pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham Perseroan pada tanggal 18 April 2022 (tanggal pencatatan / recording date) akan berhak menerima pembayaran dividen.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Ke depannya, manajemen merekomendasikan pembayaran dividen sebesar Rp500 per saham untuk tahun buku 2022.

Sebelumnya, Matahari mengumumkan penjualan kotor sebesar Rp10,3 Triliun untuk setahun penuh yang berakhir pada 31 Desember 2021, 20% lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Pendapatan bersih mencapai Rp5,6 Triliun, atau tumbuh 15% dari tahun 2020, dan laba bersih sebesar Rp913 Miliar dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp873 Miliar pada tahun 2020, yang didukung oleh kinerja perdagangan kuartal IV 2021 seiring dengan pelonggaran PPKM (yang membantu kondisi pemulihan) dan inisiatif yang dijalankan oleh Perseroan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini