Share

SoftBank Batal Investasi di IKN, Menko Luhut Ungkap Penyebabnya

Azhfar Muhammad, MNC Portal · Rabu 16 Maret 2022 08:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 16 470 2562359 softbank-batal-investasi-di-ikn-menko-luhut-ungkap-penyebabnya-jnMyzPU03K.png Ibu Kota Negara Pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur. (Foto: Okezone.com/Nyoman Nuarta)

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan alasan Softbank mundur dari investasi di Ibu Kota Negara, Kalimantan Timur.

Salah satu alasannya bahwa CEO SoftBank Masayoshi Son juga telah dinyatakan mundur dari Dewan Pengarah Pembangunan IKN hingga saham yang kini anjlok.

Baca Juga: Berkemah Bareng Jokowi di IKN, Intip Tenda Erick Thohir

“Pertama, bahwa pendiri sekaligus CEO Softbank Masayoshi Son tidak akan lagi menduduki posisi sebagai Dewan Pengarah Pembangunan IKN. (Posisi Masayoshi di dewan pengarah) enggak lagi," kata Menko Luhut di Grand Hyatt, Rabu (16/3/2022).

Luhut menyebutkan, sejumlah Dewan Pengarah lainnya masih tetap sama yakni Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) dan eks Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Menko Luhut menyebut alasan lain saham soft bank telah anjlok atau drop. Untuk saham SoftBank di bursa saham Jepang memang anjlok dalam 6 bulan terakhir. Diketahui, sahamnya ambles minus 34,81% dari 6.542 pada September lalu, kini tersisa 4.265 per lembar saham.

Baca Juga: Kemah di IKN, Kepala Bappenas Ungkap Isi Tenda Rombongan Presiden

“Kalau SoftBank itu memang dari awal sudah mundur dia sejak sahamnya drop," ujarnya.

Di sisi lain, Menko Luhut telah melobi Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman (MBS) bin Abdulaziz al-Saud dan masih dalam tahap pembahasan. UEA akan masuk ke proyek IKN melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) dengan angka US$20 miliar atau setara Rp286 triliun (kurs Rp14.305 per dolar AS).

“Jadi kami sedang terus pertemuan secara virtual dengan timnya Muhammad bin Salman," ujarnya.

Alasan terakhir, SoftBank memiliki penempatan pendanaan yang salah satu sumbernya berasal dari negara Timur Tengah yakni SoftBank Vision Fund.

Sebagai catatan, Pendanaan tersebut pertama kali dibentuk pada 2017 dan didukung pendanaannya oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Namun kini, kedua negara tersebut meninggalkan pendanaan SoftBank Vision Fund.

"Nah sekarang dana dari yang tadinya ke SoftBank itu dana vision keduanya itu enggak jalan, US$100 miliar itu, ya itu yang kita coba ambil sekarang dari MBS, dari Saudi dan dari Abu Dhabi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini