Share

Perbedaan Investasi Reksadana dan Saham, Cek di Sini

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Sabtu 19 Maret 2022 01:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 18 622 2563886 perbedaan-investasi-reksadana-dan-saham-cek-di-sini-e3WpYkkMwv.jpg Perbedaan investasi reksadana saham dan saham (Foto: Shutterstock)

JAKARTAInvestasi reksadana saham dan saham secara langsung ternyata berbeda. Perencana keuangan dan CEO Zap Finance Prita Hapsari Ghozie menjelaskan kedua instrumen investasi tersebut memiliki perbedaan di banyak aspek.

“#temanPrita, kamu punya pertanyaan yang sama? Worry no more, aku jelasin ya apa beda berinvestasi di reksa dana saham dan saham secara langsung, seperti apa potensi keuntungan dan risikonya, serta cocoknya buat siapa,” tulis Prita di akun Instagram pribadinya @pritaghozie, dikutip Jumat (18/3/2022).

Prita mengatakan, reksadana saham merupakan produk dana kelolaan yang menginvestasikan hampir 90% dari asetnya di instrumen saham. Sementara, saham adalah bukti kepemilikan di suatu perusahaan atau disebut juga emiten.

“Jadi kalau kita beli reksadana saham=membeli sekumpulan saham-saham. Kalau kita investasi di saham secara langsung, berarti kita membeli satu saham,” jelasnya.

Kemudian, reksadana saham dikelola oleh manajer investasi yang memiliki izin dan lisensi dari regulator. Pemilihan aset investasi harus berdasarkan pedoman yang ada di prospektus. Sedangkan, saham dipilih langsung oleh Anda sebagai investornya.

“So, reksadana saham investasi dengan manajer investasi. Investasi saham secara langsung kita yang jadi manajernya,” kata Prita.

Untuk potensi keuntungan dan risikonya, reksadana saham memberikan potensi keuntungan untuk capital gain. Sedangkan kalau investasi saham secara langsung, bisa memberikan potensi keuntungan dalam bentuk capital gain dan juga dividen.

“Capital gain adalah selisih antara harga jual dan harga beli. Apa itu dividen? Dividen adalah porsi pembagian keuntungan dari emiten yang bila ada dibagikan kepada pemegang saham atau investor per tahun atau per 6 bulan,” terangnya.

Sementara risiko jika berinvestasi di reksadana saham dan saham secara langsung, yakni fluktuasi naik-turun harga dalam jangka pendek. Sebab, pada prinsipnya reksadana saham adalah sebuah portofolio saham.

“Maka perbedaan saham yang berkapitalisasi besar (blue chip) dengan saham yang berkapitalisasi kecil akan memengaruhi risikonya juga,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Prita menjelaskan, modal yang diperlukan untuk menjadi investor reksadana saham yakni minimal Rp100 ribu. Sedangkan, jika ingin menjadi investor saham secara langsung, Anda harus mempunyai modal sejumlah harga saham pada saat itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini