Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Fakta Polemik Minyak Goreng yang Bikin Hati Rakyat Menjerit, Nomor 3 Mendag Lawan Mafia

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Minggu, 20 Maret 2022 |05:31 WIB
7 Fakta Polemik Minyak Goreng yang Bikin Hati Rakyat Menjerit, Nomor 3 Mendag Lawan Mafia
Fakta mahalnya minyak goreng (Foto: Freepik)
A
A
A

2. Harga Naik Jadi Rp44.000 per 2 Liter

Harga minyak goreng kemasan premium tembus Rp44.000 per dua liter pada Rabu (16/3/2022) di sejumlah ritel modern.

Dari informasi yang diterima Okezone, seorang narasumber bernama A***i ini mendapati kalau dua ritel modern berbeda di daerah Jakarta sudah menaikan harga minyak goreng di atas Rp40.000.

Di mana, dalam dua ritel berbeda ini harga minyak goreng kemasan tersebut berkisar Rp41.990 dan Rp44.000 per dua liternya. Narasumber pun mengaku sedih dengan kenaikan ini.

"Sedih naiknya kurang lebih dua kali lipat dari harga normal," katanya kepada Okezone.

3. Diduga Ada Mafia

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengendus ada mafia-mafia di balik kosongnya minyak goreng di pasaran. Pasalnya, dari data yang dimiliki, jutaan liter minyak goreng telah digelontorkan namun fakta dilapangan tidak sampai ke tangan masyarakat.

Dia mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki, tiga wilayah yang distribusi minyak gorengnya berlimpah seperti Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Jakarta, justru minyak goreng susah ditemukan.

"Di Medan mendapatkan 25 juta liter minyak goreng. Rakyat Medan, menurut BPS (Badan Pusat Statistik), jumlahnya 2,5 juta orang. Jadi menurut hitungan, satu orang itu 10 liter. Saya pergi ke pasar dan supermarket kota Medan, tidak ada minyak goreng," urainya.

"Ada 3 juga daerah yang mirip seperti ini. Yaitu, Jawa Timur di mana distribusinya mencapai 91 juta liter, di Jakarta totalnya 85 juta liter dengan 11 juta rakyat, dan di Sumatera Utara distribusinya melimpah. Tapi masalahnya sama, minyak gorengnya hilang," tambahnya.

Dari data tersebut, Lutfi beserja jajarannya beranggapan bahwa ada mafia-mafia nakal yang menyebabkan polemik ini.

"Jadi, spekulasi kita, ini ada orang-orang yang mendapat, mengambil kesempatan di dalam kesempitan. Dan 3 kota ini didominasi oleh industri, pelabuhan. Kalau pelabuhannya ini keluar dari pelabuhan rakyat, satu tongkam bisa 1000 ton atau 1 juta liter di kali Rp7.000 - Rp8.000, ini untungnya Rp8-9 miliar," bebernya.

4. Mendag Akui Kesalahannya di Depan DPR

Harga minyak goreng mendadak mahal usai kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dicabut. Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pun mengakui kesalahannya saat rapat dengan Komisi VI DPR RI.

Mendag menjelaskan, harga minyak goreng naik karena mahalnya minyak sawit mentah. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil/ CPO trennya menguat sejak Maret 2021.

"Kesalahan utama saya, tidak bisa memprediksi akan terjadi invasi Rusia terhadap Ukraina. Ini saya sebut tadi deduksinya adalah mengundang orang jadi berbuat serakah dan jahat terhadap minyak goreng," kata Lutfi dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis, (17/3/2022).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement