Share

Tuntut Turunkan Harga Minyak Goreng, Besok Buruh dan Petani Demo

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 21 Maret 2022 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 320 2565304 tuntut-turunkan-harga-minyak-goreng-besok-buruh-dan-petani-demo-lT2EP6H8hp.jpg Buruh dan petani bakal demo besok. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Buruh bersama petani akan melakukan unjuk rasa di depan kantor Kementerian Perdagangan besok, Selasa (21/3/2022).

Hal itu disampaikan oleh Presiden Partai Buruh, Said Iqbal.

Menurut Said massa aksi berasal dari berbagai organisasi serikat buruh dan serikat petani dari Jabodetabek.

“Jumlah massa yang akan melakukan aksi unjuk rasa kurang lebih 300 orang,” ujarnya di Jakarta, Senin (21/3/2022).

 BACA JUGA:Ini 7 Pengganti Minyak Goreng, Tak Lagi Langka tapi Harganya Mahal

Dalam unjuk rasa yang rencananya akan dilakukan sejak pukul 10 pagi ini, massa aksi membawa tiga tuntutan, yaitu turunkan harga minyak goreng, turunkan harga bahan pokok, dan ganti Menteri Perdagangan.

"Kita meminta pemerintah melakukan stabilisasi harga dan menurunkan harga bahan pokok, termasuk minyak goreng. Kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, apalagi menjelang Ramadan dan Idul Fitri, tentu ini akan memberatkan masyarakat," tegasnya.

Terlebih ini terjadi di saat kenaikan upah buruh di tahun 2022 ini sangat kecil.

Di tambah untuk beberapa daerah tidak mengalami kenaikan.

"Harga minyak goreng Rp23.900 per liter sangat memberatkan buruh, petani, nelayan, pedagang kaki lima, miskin desa, miskin kota, pengangguran. Bahkan tidak hanya mahal. Tetapi juga langka dan rakyat harus mengantri seperti pengemis," bebernya.

Padahal saat ini Indonesia masih menjadi produsen minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terbesar di dunia, dengan angka produksi 40 juta ton lebih per tahun.

 BACA JUGA:Mafia Minyak Goreng Diumumkan Hari ini, Siapa Pelakunya?

Atas dasar itu, buruh mengutuk keras Menteri Perdagangan dan Menko Perekonomian, yang tidak bisa mengendalikan negeri penghasil CPO terbesar dunia, karena minyak goreng saat ini langka dan mahal.

“Kami menuntut Menteri Perdagangan diganti karena telah gagal mengendalikan harga," tandasnya.

Said mengatakan, aksi ini adalah aksi awalan yang dilakukan oleh kaum buruh dan petani.

Jika tuntutannya tidak dipenuhi, Partai Buruh bersama Serikat Buruh dan Serikat Petani akan melakukan aksi lanjutan yang lebih besar dan meluas di seluruh Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini