Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PUPR Rampungkan 2 Jembatan Gantung, Masyarakat Tak Lagi Menantang Maut saat Menyeberang

Michelle Natalia , Jurnalis-Senin, 21 Maret 2022 |13:58 WIB
PUPR Rampungkan 2 Jembatan Gantung, Masyarakat Tak Lagi Menantang Maut saat Menyeberang
PUPR rampungkan 2 jembatan gantung. (Foto: PUPR)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan pembangunan dua jembatan gantung untuk membantu mobilitas barang dan jasa di tingkat pedesaan di Provinsi Jawa Tengah.

Di mana dua jembatan itu, yakni Jembatan Gantung (JG) Pagergunung yang terletak di Desa Pagergunung, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung dan Jembatan Banyusidi di Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian saat meresmikan dua jembatan gantung tersebut pada Sabtu (19/3/2022).

 BACA JUGA:Menko Luhut Bahas Food Estate di Kementan, Minta PUPR Segera Bangun Irigasi dan Infrastruktur

Dia mengatakan bahwa pembangunan dua jembatan gantung ini merupakan bentuk bantuan pemerintah pusat, khususnya Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, kepada pemerintah daerah.

“Kami hanya pelaksana instruksi Presiden Joko Widodo kepada Menteri PUPR Bapak Basuki Hadimuljono untuk meningkatkan pergerakan produk pertanian, barang, jasa dan orang di tingkat pedesaan,” kata Hedy di Jakarta, Senin(21/3/2022).

Dia mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Pagergunung bertipe Simetris ini dimulai sejak Juni 2021 hingga Desember 2021 dengan anggaran sebesar Rp2,5 miliar.

"Jembatan Pagergunung ini memiiki bentang 60 meter dengan lebar 1,8 meter sehingga dari spesifikasi tersebut, jembatan ini khusus diperuntukan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Namun, berdasarkan papan petunjuk safety yang dipasang di kedua sisi jembatan, dalam keadaan darurat kendaraan roda empat seperti Ambulans boleh melintas," ujarnya.

 BACA JUGA:Jembatan di Purwakarta Ambuk, Seorang Warga Terluka dan Desa Terisolasi

Jembatan kedua yang secara simbolis ikut diresmikan adalah Jembatan Gantung Banyusidi, di Kabupaten Magelang.

"Jembatan Gantung Rigid ini memiliki panjang bentang 42 meter dengan lebar 1,8 meter. Fungsinya menghubungkan dua desa, yaitu Banyusidi dan Surodadi. Jembatan Gantung ini dibangun karena jalur penghubung kedua desa berupa jalan setapak terjal maupun turunan tajam menuju sungai. Kondisi serupa juga dijumpai pada lokasi pembangunan Jembatan Pagergunung," tuturnya.

Anggota Komisi V DPR RI Sujadi mengatakan, jembatan gantung ini merupakan bentuk kasih sayang pemerintah pusat kepada masyrakat, khususnya di Kabupaten Temanggung.

Sebelumnya pada tahun 2017, Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki telah meresmikan Jembatan Gantung Galeh sepanjang 90 meter yang menghubungkan desa Gandurejo, Kecataman Bulu ke Desa kauman di Kecamatan Parakan.

Kepala Desa Pagergunung Sukarman mengatakan sebelum jembatan gantung ini dibangun lalu lintas menuju desa Gandurejo harus melewati lereng Gunung Sumbing sedalam 60 meter.

Sementara akses jalan utama selama ini harus memutar dengan memakan waktu 20-30 menit.

Setelah jembatan ini tersambung, waktu tempuh kedua desa terpangkas menjadi 2-3 menit saja.

Berdasarkan data, Kementerkan PUPR melalui Ditjen Bina Marga telah membangun lebih dari 300 Jembatan Gantung di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2021 Ditjen Bina Marga telah menyelesaikan 66 jembatan Gantung.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement