Share

Harga CPO Naik 3%, Minyak Goreng Kian Mahal?

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Selasa 22 Maret 2022 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 22 320 2565798 harga-cpo-naik-3-minyak-goreng-kian-mahal-h3ntLrttsX.jpg Harga CPO minyak naik. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak sawit mentah/crude palm oil (CPO) terus melanjutkan kenaikannya pada perdagangan Selasa (22/3/2022). Data Bursa Derivatif Malaysia hingga pukul 12.54 WIB menunjukkan harga CPO kontrak Mei 2022 naik 3,07% di MYR 6.097 per ton, dan CPO Juni 2022 menguat 3,08% di MYR 5.952 per ton.

Kenaikan ini merupakan kelanjutan rebound dua sesi berturut-turut, setelah dihantam koreksi mingguan terbesar sejak 1986.

Harga CPO berjangka di Negeri Jiran ikut terkerek lonjakan harga minyak bumi di tengah upaya Uni Eropa untuk menerbitkan sanksi embargo terhadap minyak dan gas Rusia.

 BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik, Kini Dibanderol USD107,9/Barel

"Kontrak harga CPO akan terus mengikuti kabar minyak mentah, dan masih terus berada di puncaknya selama perang di Ukraina tidak menemui titik terang," kata seorang pedagang di Kuala Lumpur, dilansir Reuters, Selasa (22/3/2022).

Kendati demikian, eksepektasi atas kenaikan pertumbuhan produksi pada Maret 2022 dapat membatasi kenaikan harga.

Secara historis, harga CPO sempat anjlok -16% pada pekan lalu setelah produsen utama Indonesia melonggarkan pembatasan ekspor.

Kabar terbaru, pemerintah Indonesia resmi menaikkan tarif pungutan ekspor CPO menjadi USD375 per ton.

Indonesia juga masih mengatasi masalah produk CPO yakni minyak goreng di pasaran.

Sejauh ini, otoritas berwenang masih terus menyelediki dugaan perbuataan melanggar hukum di balik kelangkaan dan kemahalan minyak goreng.

 BACA JUGA:Harga Minyak Goreng di Malaysia Jauh Lebih Murah Dibanding Indonesia, Kok Bisa?

Analis melihat tingginya harga di pasar global membuat produsen lokal gencar untuk melakukan ekspor. Alhasil, langkah ini dapat mengisi kekosongan pasokan CPO global, yang pada gilirannya dapat membatasi kenaikan harganya.

Sementara itu, pemerintah Malaysia pada Senin (21/3) masih mempertahankan pajak ekspor CPO untuk April 2022 sebesar 8%.

Naik turunnya harga CPO juga dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati sejenis, di tengah persaingan mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.

Hingga sesi siang, harga minyak kedelai di Bursa Dalian China naik 1,18%, sementara kontrak CPO turut melesat 2,24%. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga menguat 0,85%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini