Share

Tarif PPN 11% dan Rata-Rata Dunia 15%, Sri Mulyani: Indonesia Tidak Berlebihan

Michelle Natalia, Sindonews · Selasa 22 Maret 2022 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 22 320 2565891 tarif-ppn-11-dan-rata-rata-dunia-15-sri-mulyani-indonesia-tidak-berlebihan-AUd4EpWi36.jpg Sri Mulyani soal PPN Naik Jadi 11% (Foto: Dokumen Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani tetap menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 11% pada 1 April 2022.

Sri Mulyani mengklaim kenaikan tarif PPN 1% dari 10% menjadi 11% masih berada di bawah rata-rata PPN dunia.

“Kalau rata-rata PPN di seluruh dunia itu ada di 15%, kalau kita lihat negara OECD dan yang lain-lain, Indonesia ada di 10%. Kita naikkan 11% dan nanti 12% pada tahun 2025,” ungkap Sri dalam webinar Indonesia Economic Outlook 2022 di Jakarta, Selasa (22/3/2022).

Baca Juga: Tarif PPN Naik Jadi 11%, Sri Mulyani: Memangnya Pajak Nyusahin Rakyat?

Sri Mulyani memahami jika saat ini perhatian masyarakat dan dunia usaha tengah fokus pada pemulihan ekonomi. Namun, hal ini tidak menghalangi Pemerintah untuk membangun pondasi perpajakan yang kuat. Terlebih selama masa pandemi APBN menjadi instrumen yang bekerja luar biasa, sehingga perlu untuk segera disehatkan.

“Jadi kita lihat mana-mana yang masih bisa space-nya di mana Indonesia setara dengan region atau negara-negara OECD atau negara-negara di dunia. Tapi Indonesia tidak berlebih-lebihan,” katanya.

Sri Mulyani menekankan, pajak merupakan gotong royong dari sisi ekonomi Indonesia dari yang relatif mampu. Hal ini karena pajak yang dikumpulkan akan digunakan kembali kepada masyarakat.

“Kita jelas masih butuh pendidikan yang makin baik, kesehatan yang makin baik, kita butuh bahkan TNI kita yang makin kuat, polisi yang makin hebat supaya kepastian hukum bagus, keamanan kita bagus. Itu semuanya bisa dikerjakan, kita capai, dan kita bangun setahap demi setahap kalau pondasi pajak kuat,” ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini