Share

Tarif PPN Naik Jadi 11%, Sri Mulyani: Memangnya Pajak Nyusahin Rakyat?

Michelle Natalia, Sindonews · Selasa 22 Maret 2022 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 22 320 2565779 tarif-ppn-naik-jadi-11-sri-mulyani-memangnya-pajak-nyusahin-rakyat-2Oo4cZlv0V.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Jelaskan Soal Kenaikan PPN. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan kenaikan PPN dari 10% ke 11% pada April 2022 dibuat demi membuat rezim pajak yang adil dan kuat.

"Ini secara keseluruhan menciptakan sebuah rezim pajak yang adil tapi pada saat yang sama sebuah rezim pajak yang kuat. Kenapa kok kita butuh itu, memangnya kita butuh pajak yang kuat untuk nyusahin rakyat? Enggak. Karena pajak itu untuk membangun rakyat juga," ujar Sri, di Jakarta, Selasa (22/3/2022).

Baca Juga: Siap-Siap! PPN Naik Jadi 11% dan Pajak Karbon Segera Berlaku

Dengan penguatan pajak maka hidup masyarakat juga akan semakin menguat. Bahkan, semua infrastruktur pendidikan, infrastruktur kesehatan, dan subsidi BBM hingga listrik, berasal dari APBN yang banyak bersumber dari pendapatan pajak.

"Jadi jangan dipikirkan, 'Oh, saya enggak perlu jalan tol, saya enggak makan jalan tol'. Enggak juga lah. Banyak sekali sebetulnya APBN melalui penerimaan pajak itu masuk kepada kebutuhan masyarakat," ungkap Sri.

Baca Juga: Wajib Pajak Diminta Segera Lapor SPT Tahunan, Lewat 31 Maret Kena Denda

Dia menyebutkan bahwa APBN sudah banyak berperan dan bekerja keras selama pandemi COVID-19 berlangsung. Maka dari itu, sudah waktunya rezim pajak diperkuat sejak saat ini.

"Anda pakai listrik, elpiji, naik motor atau ojek, semuanya itu ada elemen subsidinya yang luar biasa cukup besar. Itu adalah uang pajak kita. Oleh karena itu, sebuah rezim pajak yang kuat adalah untuk jagain Indonesia sendiri, bukan untuk nyusahin rakyat," tandas Sri.

Dia pun mengatakan bahwa penguatan ini juga diperlukan supaya tarif PPN di dalam negeri juga mendekati tarif PPN di negara-negara tetangga, bahkan OECD.

"Dari yang saya amati, rata-rata tarif PPN di luar negeri mencapai 15%. Jadi, tarif 11% ini, saya melihat masih ada space untuk kenaikan tarif PPN dalam negeri supaya setara (dengan negara lainnya), jadi kita naikkan 1%," ungkap Sri.

Namun, dia meyakinkan bahwa adanya ruang ini tidak membuat pemerintah langsung mendorong kenaikan tarif yang tinggi.

"Kenaikannya secara bertahap, dengan kenaikan sebesar 12% pada tahun 2025. Kita paham bahwa sekarang fokus kita pemulihan ekonomi, namun fondasi untuk pajak yang kuat harus mulai dibangun," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini