Share

Jokowi Jengkel Semua Serba Impor: Dari Seragam hingga Pensil

Raka Dwi Novianto, Jurnalis · Jum'at 25 Maret 2022 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 25 320 2567594 jokowi-jengkel-semua-serba-impor-dari-seragam-hingga-pensil-8QEBG5xGsb.jpg Presiden Jokowi Jengkel dengan Barang Impor. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur jajaran menteri yang masih melakukan impor seperti Menteri Kesehatan, Menteri Pertanian dan TNI-Polri.

Jokowi menegur Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin karena masih melakukan impor alat kesehatan (alkes). Padahal, kata Jokowi, alkes sudah bisa diproduksi di beberapa daerah di Indonesia.

Baca Juga: AS Larang Impor Sarung Tangan dari Malaysia, Diduga Hasil Kerja Paksa

"Alkes, Menteri Kesehatan, tempat tidur untuk rumah sakit produksi saya lihat di Yogyakarta ada Bekasi Tanggerang ada, beli impor mau kita terus-teruskan silahkan nanti mau saya umumkan kok, saya kalau udah jengkel tak umumin nanti. Ini rumah sakit daerah beli impor, Kementrian Kesehatan masih impor tak baca nanti karena sekarang ternyata gampang banget detil harian bisa saya pantau," tegas Jokowi, saat memberikan pengarahan kepada Menteri dan Lembaga serta kepada kepala daerah tentang aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Bali, Jumat (25/3/2022).

Jokowi juga geram dengan pengadaan seragam dan sepatu yang dilakukan oleh TNI dan Polri. Dia menyebut pengadaan seragam dan sepatu TNI dan Polri masih impor.

"Seragam dan sepatu, tentara dan polisi beli dari luar. Kita produksi dimana-mana bisa jangan diterus-teruskan," tegasnya.

Baca Juga: RI Ingin Stop Impor Obat, Erick Thohir Siapkan Industri Herbal

Jokowi juga menyayangkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang juga masih melakukan impor traktor. Hal itu dibuktikan Jokowi saat melakukan penanam jagung di Kabupaten Belu, NTT Kamis (24/3/2022).

"Menteri Pertanian apa traktor-traktor kaya gitu bukan hitech aja impor jengkel saya, kayak kemarin yang dari Tambua menanam jagung saya lihat pakai traktor ada Alas Intan saya lihat aduh gaboleh pak menteri gaboleh," katanya.

Jokowi juga merasa kecewa bahwa kertas , pensil hingga CCTV dalam pengadaan barang masih impor. Padahal menurut UMKM dalam negeri sudah bisa memproduksi barang-barang tersebut.

"Pensil kertas saya cek impor bolpoin ini apa kadang-kadang saya mikir ini kita ngerti gak sih hal-hal seperti ini jangan-jangan gak kerja detil sehingga gak ngerti bahwa yang dibeli itu barang impor. Buku tulis impor jangan ini diteruskan stop sehingga melompat nanti kalau kita semuanya beli produk dalam negeri meloncat pertumbuhan ekonomi kita," katanya.

"Coba CCTV beli impor di dalam negeri ada yang bisa produksi. Apa-apaan ini dipikir kita bukan negara yang maju buat CCTV aja beli impor," tambahnya.

Jokowi menargetkan bahwa belanja pemerintah untuk produk dalam negeri (PDN) mencapai Rp 400 triliun.

"Target nanti syukur bisa sebelum Mei yang Rp 400 triliun itu bisa tercapai ini akan sangat bagus sekali dampaknya akan kemana-mana," ungkap Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini