Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pedagang Bingung! Minyak Goreng Curah Langka Usai Disubsidi, Stok Minyak Kemasan Melimpah

Dinar Fitra Maghiszha , Jurnalis-Sabtu, 26 Maret 2022 |15:12 WIB
Pedagang Bingung! Minyak Goreng Curah Langka Usai Disubsidi, Stok Minyak Kemasan Melimpah
Minyak Goreng (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Stok minyak goreng curah langka di pasar membuat para pedagang sakit hati. Pasalnya, saat mereka berharap pembeli datang untuk menyerbu di harga Rp14 ribu, stok minyak curah justru tak berbekas di kios dagangan.

Para pedagang minyak goreng di pasar merasa buntung sekaligus sedih ketika sejumlah konsumen datang hanya untuk menanyakan harga, lalu pergi seketika. Demikian pantauan MNC Portal Indonesia saat mengunjungi Pasar Jaya Gondangdia, Sabtu (26/3/2022).

Seorang penjual sembako, Henny (40), meminta pemerintah bisa tegas dalam mengatur harga minyak goreng. Menurutnya, jika tidak ada peran dari pusat, maka peluang terjadinya permainan di tingkat supplier terbuka lebar.

"Saya minta dibuat standar aja, gak dibuat murah-murah banget, juga gak dibuat mahal-mahal banget. Paling tidak, ada range-nya," kata Henny, sembari ditemani sang suami.

Menurut Henny, ketika pemerintah mengatur harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng curah, justru akan membuat stoknya langka. Sebaliknya, jika subsidi minyak kemasan dibebaskan, maka dapat melambungkan harga minyak kemasan.

"Kalau sekarang harga (minyak kemasan) dikembalikan ke pasar, mereka (supplier) lebih mementingkan keuntungan dan merugikan konsumen," tegasnya.

Henny mengaku iba terhadap langganan yang sering memilih minyak curah sebagai bahan baku dagangan, tetapi terpaksa membeli minyak kemasan yang terlampau tinggi.

"Kayaknya kalau minyak kemasan dilepas di harga pasaran, agak sulit kalau turun, tapi kalo naik, jelas," tutur Henny.

Pemilik kios sembako lainnya juga mengungkap hal yang sama. Ningsih (52) mencurigai bahwa kelangkaan minyak terjadi di setiap jenis yang disubsidi pemerintah. Menurutnya ini merupakan fenomena baru yang berbeda dari tahun lalu.

"Kalau kemarin kan waktu ada subsidi kemasan, orang kan beli kemasan, tapi sekarang yang disubsidi yang curah, orang nyarinya yang curah. Terus giliran yang disubsidi kemasan, kemasan yang kosong, giliran yang disubsidi yang curah, curah yang kosong," ungkapnya.

Ningsih mengharapkan pemerintah dapat memihak pedagang kecil untuk keberlangsungan hidup mereka.

"Selama ini barang yang disubsidi itu kan barangnya susah, jadi kalau bisa pemerintah buat harganya stabil," pungkas Ningsih.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement