Share

AS dan Eropa Berencana Kurangi Ketergantungan Gas Rusia

Anggie Ariesta, Jurnalis · Senin 28 Maret 2022 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 28 320 2569065 as-dan-eropa-berencana-kurangi-ketergantungan-gas-rusia-kd5sit1VKJ.jpg AS dan Eropa berencana kurangi ketergantungan gas Rusia. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa merencanakan gerakan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil Rusia setelah invasi ke Ukraina.

Mengutip AlJazeera, Presiden AS Joe Biden dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan pembentukan gugus tugas bersama yang bertujuan untuk memotong ketergantungan blok tersebut pada impor Rusia selama konferensi pers di Brussels pada Jumat (25/3/2022) lalu.

“Putin telah menggunakan sumber energi Rusia untuk memanipulasi tetangganya. Dia menggunakan keuntungannya untuk menggerakkan mesin perangnya,” kata Biden, yang tiba di Eropa minggu ini untuk mengambil bagian dalam beberapa pertemuan darurat.

 BACA JUGA:Ramai-Ramai Boikot Impor Migas Rusia, Apa Dampaknya?

Dengan demikian, AS dan UE telah menyepakati rencana permainan bersama menuju tujuan itu, sambil mempercepat kemajuan menuju masa depan energi bersih yang aman.

“Inisiatif ini berfokus pada dua isu inti. Satu, membantu Eropa mengurangi ketergantungan pada gas Rusia secepat mungkin. Kedua, mengurangi permintaan gas Eropa secara keseluruhan,” jelasnya.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Biden mengatakan AS akan bekerja dengan mitra untuk memastikan tambahan 15 miliar meter kubik gas alam cair (LNG) untuk UE pada tahun 2022.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Menurut Gedung Putih, Komisi Eropa pada gilirannya akan bekerja dengan negara-negara anggota UE untuk memastikan permintaan setidaknya 50 miliar meter kubik LNG AS per tahun.

“Dalam dunia yang menghadapi kekacauan, persatuan transatlantik kita menjunjung nilai-nilai dan aturan-aturan fundamental yang diyakini warga kita,” ucap von der Leyen.

“Kami ingin sebagai orang Eropa melakukan diversifikasi dari Rusia ke pemasok yang kami percayai, yang berteman dan dapat diandalkan,” tambahnya.

 BACA JUGA:Blinken Bantah AS Akan Mengubah Rezim Rusia

Oleh karena itu, komitmen AS untuk memberi Uni Eropa tambahan setidaknya 15 miliar meter kubik LNG tahun ini merupakan langkah besar ke arah ini karena ini akan menggantikan pasokan LNG yang saat ini kami terima dari Rusia.

Rencana baru akan diawasi oleh gugus tugas yang diketuai oleh perwakilan dari Gedung Putih dan perwakilan dari presiden Komisi Eropa.

Kemudian mereka akan bekerja untuk memastikan keamanan energi untuk Ukraina dan Uni Eropa dalam persiapan untuk musim dingin mendatang dan berikutnya sambil mendukung tujuan UE untuk mengakhiri ketergantungannya pada bahan bakar fosil Rusia.

Perlu diketahui, Rusia adalah pemasok LNG terbesar di dunia, menyumbang sekitar 45 persen dari impor UE pada tahun 2021. Secara keseluruhan, UE mengimpor sekitar 90 persen LNG-nya, yang sebagian besar digunakan untuk pemanas rumah dan di sektor industri.

Rusia, bersama dengan Qatar dan Iran, menyumbang setengah dari cadangan gas alam dunia.

Invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina telah membuat pejabat Eropa dan AS berebut untuk menemukan alternatif dari ketergantungan benua itu pada bahan bakar fosil Rusia.

Uni Eropa pada awal Maret mengumumkan rencana untuk memangkas ketergantungannya pada gas Rusia hingga dua pertiga pada tahun 2022.

Namun, perpindahan pemasok sulit dilakukan, dengan banyak kandidat yang kemungkinan besar sudah terikat kontrak jangka panjang.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini