Share

Sri Mulyani Ungkap Alasan Anggaran Penanganan Covid-19 Baru Rp400 Miliar

Michelle Natalia, Sindonews · Senin 28 Maret 2022 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 28 320 2569272 sri-mulyani-ungkap-alasan-anggaran-penanganan-covid-19-baru-rp400-miliar-MomKioykIB.jpg Sri Mulyani ungkap alasan anggaran penanganan Covid-19 baru Rp400 miliar. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa anggaran belanja pemerintah untuk penanganan Covid-19 menurun di awal tahun 2022. Angka yang tercatat hanya mencapai Rp400 miliar di bulan Januari dan Februari 2022.

Adapun belanja tersebut mencakup pengadaan vaksin dan biaya perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit (RS).

"Jika dibandingkan, angka ini memang tidak sebesar periode yang sama tahun lalu, di mana tahun lalu angkanya sebesar Rp4,6 triliun," ujar Sri dalam konferensi pers APBN KITA edisi Maret 2022 di Jakarta, Senin(28/3/2022).

 BACA JUGA:Mobilitas Masyarakat Naik Tinggi, Sri Mulyani: Sinyal Penurunan Kasus Omicron

Dia mengatakan, alasannya karena program vaksinasi yang sudah mencukupi dan jumlah pasien Covid-19 di RS sudah lumayan terkendali.

“Jadi kami lihat terjadi pergeseran belanja barang dari fokus ke kesehatan ke belanja bentuk lain. Tetap dinikmati masyarakat tetapi bentuknya lain,” ungkapnya.

Sebelumnya, belanja pengadaan vaksin Covid-19 pada dua bulan pertama tahun 2021 mencapai Rp3,6 triliun, serta belanja biaya perawatan pasien di dalam belanja Badan Layanan Umum (BLU) RS di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pertahanan (Kemhan), dan Polri mencapai Rp1 triliun.

Dengan kondisi tersebut, belanja kesehatan di rumah sakit Kemenkes, Kemhan, dan Polri pada tahun ini otomatis menurun.

Berdasarkan data Kemenkeu, belanja barang Kemenkes menurun drastis dari Rp4,4 triliun menjadi Rp300 miliar.

BACA JUGA:Hadapi Perubahan Iklim, Sri Mulyani Kembangkan Kerangka Fiskal 

Di sisi lain, belanja barang Kemhan menurun dari Rp1,8 triliun menjadi Rp1,7 triliun.

Adapun belanja barang Polri turun dari Rp2,3 triliun menjadi Rp2 triliun.

"Menurunnya belanja pemerintah untuk Covid-19 ini memang menjadi penyebab utama penurunan belanja barang dari Rp18 triliun pada Januari-Februari 2021 menjadi Rp14 triliun pada Januari-Februari 2022. Namun, di sisi lain, belanja barang non COVID-19 naik tipis dari Rp13,5 triliun menjadi Rp13,6 triliun," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini