Share

RI Ekspor 4.600 Ton Baja ke AS, Berat Setara 2.000 Truk Trailer

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Rabu 30 Maret 2022 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 30 320 2570529 ri-ekspor-4-600-ton-baja-ke-as-berat-setara-2-000-truk-trailer-Jq2hITc3Qv.jpg Ilustrasi baja. (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT NS BlueScope Indonesia yang berkolaborasi dengan BUMN Krakatau Steel sebagai pemasok bahan baku baja CRC (Cold Rolled Coil) mengekspor 4.600 ton baja lapis dengan merek Zincalume ke Amerika Serikat (AS).

Zincalume merupakan jenis baja lapis tahan korosi dengan lapisan Zinc-Alum 45-55 persen, biasanya dipakai untuk material bangunan (atap, dinding, struktur) dan penggunaan lainnya dalam keseharian masarakat.

Adapun berat baja tersebut setara dengan berat 2.000 unit truk trailer.

Jika produk ini dibentangkan bisa mencapai 1,6 juta km atau sama seperti perjalanan bolak-balik bumi ke bulan sebanyak 4 kali.

“Merupakan suatu kebanggan untuk memaksimalkan industri dalam negeri, kami terus menjunjung tinggi nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri terhadap produk ini, yaitu sebesar 98 persen yang tentunya tidak lepas dari peran semua stakeholder baik itu BUMN rekanan, pemerintah, karyawan dan para pelanggan,” terang VP Sales & Marketing PT NS BlueScope Indonesia, Irfan Fauzie dikutip dari keterangan resminya, Rabu (30/3/2022).

 BACA JUGA:Target Pendapatan USD1,4 Miliar, Krakatau Steel (KRAS) Pasok 1,5 Juta Ton Baja di 2022

Irfan menambahkan, alasan dipilihnya Amerika Serikat jadi negara tujuan ekpsor, karena AS memiliki potensi yang besar.

Di samping itu juga untuk menggairahkan kembali ditataran pasar ekspor dengan produk-produk baja lapis berkualitas dengan terstandarisasi SNI.

“Pembukaan kembali pasar ekspor ini akan turut menambah pemasukan devisa negara dari produk buatan anak bangsa dengan kualitas international yang mampu menembus pasar internasional," jelasnya.

“Untuk rencana kedepan, kami akan terus berkomitmen seiring dengan peningkatan potensi pasar internasional dan pemenuhan domestic tentunya demi untuk memajukan industry baja local Indonesia yang berkualitas dan membanggakan,” imbuhnya.

 BACA JUGA:Kasus Korupsi Impor Besi dan Baja Naik ke Penyidikan

Sementara di sisi lain, Direktur Komersial Krakatau Steel - Melati Sarnita menyatakan, sebagai pemain utama sektor bahan baku industri baja dalam negeri, senantiasa mendukung dan mendorong mitra usaha dalam meningkatkan perolehan devisa negara melalui pasar ekspor, sejalan dengan target pertumbuhan ekspor pemerintah di 2022 sebesar 4,16 persen.

“Kami mengapresiasi kepada NS Bluescope Indonesia yang telah berhasil membuka potensi pasar baru ke Amerika Serikat dengan pasokan suplai bahan baku yang kami kerjasamakan, semoga ini menjadi titik balik bagi industri baja lapis dalam negeri untuk merebut pasar internasional dengan produk yang berkualitas tinggi dan memberikan dampak lebih luas bagi ekosistem industri baja lokal,” jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini