Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rahasia Sukses Bisnis yang Dijalankan Nabi Muhammad SAW

Tim Okezone , Jurnalis-Minggu, 03 April 2022 |05:10 WIB
Rahasia Sukses Bisnis yang Dijalankan Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi Ramadan. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Rahasia sukses bisnis yang dijalankan Nabi Muhammad SAW akan diulas dalam artikel ini. Muhammad SAW menjadi pedagang dari usia 12 tahun hingga 37 tahun, berarti karier bisnis Muhammad dilakoni selama 25 tahun.

Jiwa entrepreneur-nya telah dipicu dengan suasana perdagangan pada skala internasional hingga ke beberapa negara, seperti Suriah, Yordania, dan Lebanon.

Saat usia belasan tahun itu, Muhammad telah menjadi pengusaha yang mandiri serta mampu bersaing dengan pengusaha kelas kakap yang sangat berpengalaman.

Berikut rahasia sukses bisnis Nabi Muhammad yang dikutip dari Buku Bisnis Ala Nabi karya Mustafa Kamal Rokan, Jakarta, Minggu (3/4/2022).

 BACA JUGA:Ini Aturan Berdagang Nabi Muhammad SAW yang Patut Ditiru

Pertama, shiddiq (jujur). Para pejuang ekonomi Islam tentunya harus melandasi seluruh aktivitas ekonominya berdasarkan nilai-nilai kejujuran.

Memperjuangkan sistem ekonomi Islam bukan disebabkan faktor dan kepentingan yang lain, tetapi untuk mewujudkan syariat Islam yang bertujuan menyejahterakan rakyat.

Kedua, amanah (dapat dipercaya). Perjuangan ekonomi Islam semata-mata bukanlah untuk tujuan business to business an sich, tetapi perjuangan ekonomi Islam adalah untuk mewujudkan tujuan dan visi mulia, yakni menciptakan sistem ekonomi yang berkeadilan dan menyejahterakan.

Ketiga, tabligh (menyampaikan). Salah satu sifat Nabi Muhammad yang wajib dtiru adalah menyampaikan sesuatu kebenaran kepada seluruh manusia. Prinsip tabligh dalam kondisi saat ini menjadi penting bagi seluruh stakeholder ekonomi syariah untuk melakukan sosialisasi secara lebih masif.

Masih banyak masyarakat saat ini yang “buta” terhadap konsep ekonomi syariah. Untuk itulah, prinsip ini menjadi penting untuk direvitalisasi. Sosialisasi dan memperluas jaringan (network) adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan prinsip tabligh.

Ekonomi yang berlandaskan kejujuran, tolong-menolong, dan menyejahterakan harus disampaikan kepada semua orang agar ekonomi Islam menjadi rahmatan lil’alamin.

 BACA JUGA:Kunci Sukses Berdagang ala Nabi Muhammad SAW

Keempat, fathanah (cerdas). Tanpa bisa dimungkiri, keberhasilan dakwah Rasulullah adalah atas dasar faktor kecerdasan dan kejituan Rasulullah dalam melihat momentum (timing), kondisi, dan stategi dalam menguasai masyarakat ketika itu.

Persoalan mendasar perkembangan ekonomi Islam saat ini adalah kejituan para ekonom Islam untuk menangkap peluang pasar. Lebih dari itu, mengutip pernyataan Abdullah Badawi, ekonomi syariah dapat menjadi alternatif ekonomi dunia jika mampu menciptakan produk keuangan yang kreatif dan kompetitif untuk mengimbangi produk-produk konvensional.

Untuk itu, diperlukan kreativitas, inovasi, dan bekerja secara cerdas dalam sistem ekonomi Islam seperti dalam instrumen perbankan, asuransi, pasar modal, dan sebagainya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement