Share

Begini Cara Bikin Priok Jadi Pelabuhan Ramah Lingkungan

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Minggu 03 April 2022 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 03 470 2572308 begini-cara-bikin-priok-jadi-pelabuhan-ramah-lingkungan-WoAD3fthc7.JPG Ilustrasi Priok. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) cabang usaha PT Pelindo (persero), berkomitmen melayani pelayaran logistik dengan konsep ramah lingkungan.

Komitmen itu dilakukan melalui ketersediaan layanan short to ship power connection atau STS pada pelayaran logistik domestik, internasional maupun angkutan penumpang.

Layanan STS merupakan penggunaan energi listrik yang disediakan di dermaga pelabuhan memanfaatkan fasilitas mobile unit atau mini pembangkit yang disambungkan ke kapal yang sedang bersandar di pelabuhan.

 BACA JUGA:Polres Pelabuhan Tanjung Priok Optimalkan Akselerasi Vaksinasi Booster saat Ramadan

Direktur Utama PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) Imanuddin mengatakan, untuk tahap awal pihaknya menargetkan layanan STS power connection diberikan pada pelayaran domestik.

“Kami terapkan secara bertahap di mana tahap awal kita fokus dulu untuk pelayaran domestik lalu internasional, dan dilanjutkan angkutan penumpang, untuk menghemat energi dari pengunaan bahan bakar fosil yang digunakan di kapal," ungkap Imanuddin di Jakarta, Sabtu (2/3/2022).

PT EPI, saat ini telah menempatkan dua unit Frequency Converter dengan kapasitas terpasang masing-masing 500 KVa di Dermaga 209-210 Pelabuhan Tanjung Priok, yang dapat melayani kapal dengan frequency 50 Hz dan 60 Hz.

Frequency Converter ini telah didesain untuk dapat melakukan sinkronisasi secara otomatis dan memiliki stabilizer tegangan sehingga kualitas pasokan listrik dapat terjamin.

“Dua alat ini telah diluncurkan sejak Oktober 2021 dan pilot project pelayaran Meratus telah terlayani," katanya.

Kapal lainnya yakni Spil dan kapal-kapal lain ditarget bakal bertambah seiring dengan manfaat yang bakal diterima perusahaan pelayaran.

“Pada akhirnya penggunaan listrik bakal lebih murah dibandingkan dengan BBM. Kita ketahui kapal tidak pernah mati mesin, meski bersandar di pelabuhan. Nah ketika sandar ini, penggunaan BBM bisa dialihkan ke energi listrik lewat converter,” jelasnya.

 BACA JUGA:Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Warung Kelontong di Tanjung Priok

Seperti diketahui, pemanfaatan energi listrik sudah lazim ditemukan di pelabuhan internasional.

Pemanfaatan energi listrik ini bakal jadi komitmen bersama kepada para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan sektor kepelabuhanan di dalam negeri.

Saat ini regulasi mengenai penggunaan energi listrik ketika kapal akan sandar sedang digodok pemerintah bersama otoritas pelabuhan di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini